Perenang saat tampil di Popda DIY, Kamis (17/3/2022). (Foto: olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Kota Yogyakarta tampil sebagai juara umum di cabang olahraga renang di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2022. Yogyakarta menjadi yang terbaik setelah mengungguli Kabupaten Sleman dengan meraih delapan emas, tujuh perak dan enam perunggu.

Keberhasilan tim Kota Yogyakarta menjadi juara umum di luar perkiraan karena persaingan ketat di cabor renang yang digelar di Depok Sport Centre (DSC), Kamis (17/3/2022). Yogyakarta bersaing dengan Sleman yang terakhir kali tampil sebagai juara umum.

Dalam lomba, Yogyakarta mampu meraup paling banyak emas melalui perenang putra Abraham Lukman Rauuf dan Gabriella Gwen Lambert (putri) yang masing-masing meraih dua emas.

Persaingan di cabor renang memang ketat dan selama ini Kabupaten Sleman yang selalu tampil sebagai juara umum

Abraham meraih emas di nomor 400 m gaya bebas putra dengan menyisihkan Dhimas Aji Putra (Sleman) yang mendapatkan perak dan Alirzam Yasbi Putra yang meraih perunggu. Sedangkan emas kedua diraih pelajar SMPN 1 Yogyakarta ini di nomor 100 m gaya punggung.

Sementara, Gabriella meraih emas di nomor 100 m gaya kupu-kupu putri dan 100 m gaya punggung. Dengan demikan, dua perenang itu menyumbang separuh dari perolehan emas Kota Yogyakarta.

Popda DIY cabang olahraga renang, Kamis (17/3/2022). (Foto: olenas.id/Gonang Susatyo)

Kabupaten Sleman sesungguhnya juga mendapatkan empat emas dari dua perenang, Bryan Ramadhan (putra) dan Nabila Zalma Hermanza (putri). Namun Sleman hanya menambah satu emas dari Fitzgerald Anthony yang menjadi tercepat di nomor 200 m gaya punggung putra.

Yogyakarta Lampaui Target

Keberhasilan Kota Yogyakarta menjadi juara umum memang di luar perkiraan. Pelatih Andi Untung Purnomo menuturkan dengan menurunkan 17 atlet, pihaknya menargetkan lima atau enam emas di Popda. Namun mereka ternyata mampu melampaui target.

Perenang saat tampil di Popda DIY di Arena DSC, Kamis (17/3/2022). (Foto: olenas.id/Gonang Susatyo)

“Persaingan di cabor renang memang ketat dan selama ini Kabupaten Sleman yang selalu tampil sebagai juara umum,” kata Andi.

“Kami sesungguhnya menargetkan lima atau enam emas karena peluangnya 50-50. Atau paling banter tujuh, tetapi kami justru meraih delapan emas. Ini di luar perkiraan,” ucap dia lagi.

Menurut dia pembinaan usia dini menjadi kunci keberhasilan tim Yogyakarta mengukir prestasi di Popda. Andi mengatakan banyak talenta muda yang muncul melalui klub-klub renang di kota.*

Artikulli paraprakManchester City Jadikan Erling Haaland Pemain dengan Bayaran Tertinggi di Liga Inggris
Artikulli tjetërRoma Vs Lazio, Kian Solid Sejak Kalahkan Atalanta