Diklat Cilo Sportivo memberikan beasiswa kuliah gratis sampai sarjana kepada lulusan SMA yang masuk diklat. (Foto: olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Tawaran menarik bagi pemain muda yang ingin menjalani latihan rutin tetapi tidak meninggalkan bangku perkuliahan. Pendidikan dan Latihan (Diklat) dari Magelang, Cilo Sportivo, memberikan fasilitas kuliah bagi siswa didiknya yang sudah lulus SMA/SMK bila ingin meneruskan pendidikan di perguruan tinggi. Gratis pula tawarannya.

Bingung ingin meneruskan karier dengan memasuki diklat atau akademi sepak bola atau memilih pendidikan formal di perguruan tinggi demi meraih gelar sarjana. Pengelola Cilo Sportivo, Edy Prayitno, menuturkan kerap menghadapi anak didik yang mengalami dilema antara sepak bola dan kuliah.

Mereka ingin kuliah tetapi tak ingin meninggalkan sepak bola. Selain itu, mereka mungkin tak memiliki biaya untuk masuk perguruan tinggi. Padahal banyak pesepak bola muda bertalenta yang berharap bisa tetap kuliah. Namun bila memutuskan masuk kampus, karier sepak bola mereka bisa terhenti.

Target kami adalah mencetak sarjana. Dengan demikian, banyak pemain bola yang juga teknokrat

“Sangat disayangkan bila mereka tak bisa kuliah karena sepak bola. Atau bisa kuliah tetapi tak bisa menekuni sepak bola. Ini yang menjadi pertimbangan kami untuk menyediakan beasiswa bagi mereka yang baru lulus sekolah menengah. Ya, mereka bisa kuliah sampai selesai atau sampai meraih gelar sarjana,” kata Edy di Magelang, Senin (4/4/2022).

Kuliah Gratis Sampai Sarjana

Menurut Edy Cilo Sportivo tidak hanya menyediakan beasiswa selama satu atau dua semester saja. Para anak didik yang masuk diklat di Magelang ini bisa kuliah secara gratis di Universitas Terbuka (UT).

Mengapa UT? Bukan tanpa alasan bila Edy memilih UT untuk anak didiknya yang ingin kuliah. Pasalnya, jam kuliah UT sangat fleksibel dan tidak mengganggu jadwal latihan atau pertandingan anak didik Cilo Sportivo.

“Mereka bisa kapan saja saat waktu luang untuk kuliah atau belajar. Dengan demikian, jadwal latihan mereka di diklat tidak terganggu. Tidak hanya kuliah gratis tetapi mereka juga mendapat mes sehingga tidak perlu keluar biaya lagi selain iuran bulanan untuk diklat,” ujar Edy.

Pengelola Diklat Cilo Sportivo Edy Prayitno ingin mencetak pemain sepak bola yang sarjana lewat program beasiswa kuliah di Universita Terbuka. (Foto: olenas.id/Gonang Susatyo)

Mantan pelatih PPLP Jawa Tengah ini mengatakan bila Cilo Sportivo ingin mencetak pemain bola sekaligus teknokrat. Sebagai calon sarjana, mereka sudah pasti memiliki pola pikir ilmiah. Ini sangat bermanfaat bagi pesepak bola saat berada di lapangan pertandingan atau lapangan kerja di bidang yang berbeda.

“Target kami adalah mencetak sarjana. Dengan demikian, banyak pemain bola yang juga teknokrat. Mereka bakal memiliki pola pikir ilmiah. Saya membuka pendaftaran bagi lulusan SMA atau SMK mulai tahun ini,” ujarnya lebih lanjut.

Anak Didik Harus Kuasai Teknik Dasar

Edy menyatakan tidak semua lulusan SMA/SMK bisa mengikuti program kuliah gratis tersebut. Yang pasti, mereka harus mendaftar dan bergabung dengan diklat Cilo Sportivo. Sedangkan biaya bulanan mereka yang mengikuti program itu sebesar Rp1,6 juta. Namun beasiswa bakal ditinjau ulang bila nilai siswa termasuk buruk.

“Biaya itu merupakan iuran bulanan mereka. Syarat utama yang harus dipenuhi adalah anak didik sudah menguasai teknik dasar sepak bola. Kami tidak menerima bila pemain yang sudah lulus SMA masih belum menguasai teknik dasar. Di usia itu sudah bukan saatnya mengajari dasar-dasar sepak bola. Sudah sangat terlambat bila tak punya teknik dasar,” ucap Edy.

“Yang pasti Cilo Sportivo akan mencetak pemain sepak bola yang sarjana. Tetapi bila nilainya buruk, beasiswa akan ditinjau ulang,” kata dia mengakhiri.*

Bagi yang ingin mendaftar bila datang langsung ke markas diklat yang beralamat di Krajan I RT 17/RW 05, Sidosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Atau bisa menghubungi Edy Prayitno di nomor 081229495255.*

Artikulli paraprakInter Milan Kalahkan Juventus di Derby d’Italia, Perburuan Scudetto Memanas
Artikulli tjetërMilan Gagal Menang Lawan Bologna, Ini Penyebabnya