Real Madrid lolos ke semifinal meski kalah 3-2 pada leg ke-2 perempat final Liga Champions melawan Chelsea. (Sumber foto: Pixabay.com)

OLENAS.ID – Chelsea mampu mengejutkan Real Madrid. Dalam duel ke-2 babak perempat final Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (13/4/2022) dini hari WIB, Chelsea nyaris menyingkirkan Madrid. Namun mereka hanya menang 3-2 dan Madrid yang lolos ke semifinal karena unggul agregat 5-4 sehingga pelatih Carlo Ancelotti mengaku senang dengan keberhasilan timnya.

Chelsea hampir saja mengulangi kisah heroik Liverpool di final Liga Champions 2005. Atau saat The Reds membantai Barcelona 4-0 di semifinal ke-2 Liga Champions 2019 usai kalah 3-0 di laga pertama.

Sang juara bertahan memang sudah kalah 3-1 pada semifinal pertama di Stamford Bridge. Hasil yang membuat Madrid bakal lebih mudah melangkah ke semifinal. Pasalnya, mereka hanya butuh imbang saat bermain di kandang sendiri di laga ke-2.

Sebaliknya, Chelsea harus bekerja ekstrakeras untuk membalikkan keadaan. Mereka harus bisa mengejar defisit gol. Padahal, The Blues menghadapi jawara Liga Champions 13 kali dan favorit juara La Liga Spanyol musim ini.

Harus diakui kami menderita di pertandingan ini. Tetapi semakin menderita, saya makin bahagia

Namun yang terjadi memang di luar perkiraan. Madrid justru bermain di bawah performa di hadapan pendukung sendiri. Sementara, Chelsea malah menggila. Di menit 15, gol Mason Mount membuat pemain dari klub London barat ini tersengat sehingga makin bersemangat memperbesar keunggulan.

Meski baru bisa menambah gol di babak ke-2 melalui Antonio Ruediger, Chelsea sesungguhnya sudah berada di atas angin. Terbukti, beberapa saat kemudian mereka berhasil memperbesar keunggulan 3-0 melalui Marcos Alonso di menit 63.

Sayangnya, wasit menganulir gol itu karena Alonso lebih dulu melakukan handball. Bila gol itu sah, Madrid bakal luluh-lantak.

Chelsea Sudah ke Semifinal

Chelsea sesungguhnya sudah memastikan langkah ke semifinal saat striker Timo Werner menaklukkan kiper Thibaut Courtois menit 75. Skor menjadi 3-0 dan juara Liga Champions 2 kali ini unggul agregat 4-3.

Hanya saja, Chelsea lengah dan Madrid berhasil memanfaatkan situasi itu dengan mencetak satu gol melalui Rodrygo di menit 80. Gol yang menyelamatkan Los Blancos meski pertandingan berakhir 3-1 untuk Chelsea.

Dengan agregat sama 4-4, pertandingan berlanjut perpanjangan waktu. Kali ini, Madrid lebih beruntung. Striker Karim Benzema yang kembali menjadi andalan di lini depan sukses menjebol gawang Edouard Mendy di menit 96.

Dan, satu gol itu sudah cukup mengantarkan Madrid ke semifinal. Mereka memang kalah 3-2, tetapi menang agregat 5-4 sehingga akan bertemu Manchester City atau Atletico Madrid di 4 besar.

“Saya sangat bahagia bisa mencapai semifinal bersama tim ini. Harus diakui kami menderita di pertandingan ini. Tetapi semakin menderita, saya makin bahagia,” ucap Ancelotti saat menanggapi pertandingan itu kepada Daily Mail.

“Kami tertinggal 2-0 dan kami sesungguhnya tidak pantas sampai kebobolan 2 kali karena tim bermain baik. Hanya saja kami memang tak terburu-buru mencetak gol. Kami tak perlu melakukannya,” kata eks manajer Everton dan pernah membawa Chelsea meraih gelar ganda, Liga Premier Inggris dan Piala FA ini.

Keberhasilan ke semifinal dengan penuh perjuangan membuat Ancelotti tak segan memberi apresiasi kepada pemainnya. Meski sudah kalah 3-0, mereka tetap berusaha mengejar ketinggalan.

“Kami bisa lolos karena kami punya energi yang menjadikan pertandingan tetap hidup. Terus terang, pemain menunjukkan keberanian dan bertarung keras. Pertandingan ini memang sulit,” tutur Ancelotti.*

Artikulli paraprakPemain Asing PSS Sleman? Ini yang Jadi Bidikan Seto
Artikulli tjetërMan United Beri Kontrak 4 Tahun, Ini yang Dilakukan Erik Ten Hag