Pemain Manchester City merayakan gol di pertandingan. (Gambar oleh qian xie dari Pixabay)

OLENAS.ID – Laga Atletico Madrid melawan Manchester City berakhir dengan duel yang sesungguhnya para pemain ke-2 tim. Pemain Atletico tak terima Man City hanya mengulur-ulur waktu di pertandingan ke-2 babak perempat final Liga Champions yang berakhir imbang 0-0 di Wanda Metropolitano, Kamis (13/4/2022) dini hari WIB. Perkelahian itu sampai memaksa polisi turun tangan melerai mereka.

Manajer Man City Pep Guardiola memilih bermain pragmatis saat melakoni laga ke-2 di kandang lawan. Pasalnya, mereka hanya menang 1-0 lewat gol Kevin de Bruyne di pertandingan sebelumnya.

Man City memang hanya butuh imbang di laga ke-2. Namun riskan bagi The Cityzens untuk bertahan demi menganmankan keunggulan itu. Namun Guardiola yang gemar memainkan sepak bola ofensif memutuskan tak ngotot dan fokus pada pertahanan.

Yang membuang-buang waktu tak lain mereka sendiri. Gara-gara mereka pertandingan menjadi absurd

Hasilnya, tidak ada pemain yang mencetak gol di laga itu. Man City pun selamat dan lolos ke semifinal untuk menghadapi Real Madrid.

Wasit Usir Bek Felipe

Hanya ada aksi tidak pantas dari para pemain di pertandingan itu. Pemain Atletico sempat terpancing emosi dan menganggap lawan lebih suka membuang-buang waktu. Saking emosi, wasit sampai mengusir bek Felipe setelah menerima kartu kuning ke-2. Gara-garanya, bintang Portugal ini menendang pemain Man City Phil Foden.

Ketegangan dan emosi berlanjut usai pertandingan. Perseteruan terjadi saat pemain dari ke-2 tim berjalan di lorong ruang ganti. Dalam tayangan televisi terlihat Stefan Savic mencoba memprovokasi gelandang Jack Grealish. Saat insiden Felipe yang mendapat kartu merah di pertandingan, Savic tertangkap kamera menarik rambut pemain Man City ini.

Sedangkan bek Sime Vrsaljko kepergok melempar botol ke arah pemain Man City. Staf Atletico sampai menahan dia saat hendak memancing keributan. Sementara, bek Man City Kyle Walker yang juga emosi dihalangi kiper Ederson. Situasi memanas sampai akhirnya para polisi masuk melerai insiden itu.

“Pertandingan ini bisa membuat Anda gila. Anda membuat lawan berada di bawah tekanan dan mampu menciptakan banyak peluang. Tetapi mereka lebih banyak bertahan dan membuang-buang waktu,” kata kapten Atletico Koke kepada ESPN saat menanggapi kartu merah Felipe dan insiden keributan.

“Itulah sepak bola. Kami kerap mendapat kritik [karena bermain bertahan dan membuang waktu]. Tetapi biarlah orang lain yang menjawab setelah menyaksikan pertandingan ini,” ujar dia lagi.

Man City Bantah Tudingan Atletico

Aletico menuding pemain Man City membuang waktu di pertandingan itu. Namun kubu Man City membantah tudingan itu. Bahkan mereka membeberkan bila Atletico bermain lebih parah di laga pertama. Bagaimana tidak, Atletico memainkan strategi 5-5-0 alias tidak menempatkan pemain depan dalam duel di Etihad. Strategi konyol pelatih Diego Simeone yang membuat dirinya mendapat kecaman, termasuk dari legenda Belanda Marco van Basten, yang mengaku lebih memilih menonton film di Netflix ketimbang Atletico.

“Yang membuang-buang waktu tak lain mereka sendiri. Gara-gara mereka pertandingan menjadi absurd,” kata bek Man City Aymeric Laporte membalas tudingan Atletico.

“Kami tahu mereka dan mereka selalu melakukan hal yang sama. Jelas hal yang buruk menyaksikan perkelahian itu. Menurut saya itu hal yang buruk bagi mereka. Pasalnya, mereka berada dalam momen bagus di pertandingan ini,” tutur bek Prancis ini.

Hasil imbang 0-0 menjadikan Man City unggul agregat 1-0. Man City yang berambisi memenangi Liga Champions untuk kali pertama kembali bertemu tim La Liga Spanyol. Madrid, rival satu kota Atletico, merupakan jawara Eropa karena sudah 13 kali mengangkat trofi kuping lebar.*

Artikulli paraprakMan United Beri Kontrak 4 Tahun, Ini yang Dilakukan Erik Ten Hag
Artikulli tjetërKFC Indonesia Hadirkan Rosemary Butter Grilled Chicken dan Perluas Keberadaan Classic Menu