Laman PSSI menyebutkan organisasi itu lahir di Solo. (Foto: tangkapan layar laman PSSI)

OLENAS.ID – PSSI merayakan hari jadi ke-93. Hari ini, 19 April 2022, PSSI berulang tahun. Hanya, PSSI sendiri seperti bingung organisasi sepak bola nasional ini lahir di Solo atau Yogyakarta. Laman organisasi, pssi.org, menampilkan 2 kota itu sebagai tempat kelahiran PSSI.

Usia PSSI sudah hampir satu abad. Berdiri pada 19 April 1930 saat Indonesia belum merdeka dan dalam penjajahan Belanda menjadikan PSSI termasuk lembaga tertua di bumi nusantara.

Organisasi sepak bola itu lahir sebagai alat perjuangan melalui pertemuan klub-klub, VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) Jakarta, BIVB (Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond) Bandung, Perserikatan Sepakraga Mataram (PSM) Yogyakarta, IVBM (Indonesische Voetbal Bond Magelang) Magelang, VVB (Vortenlandsche Voetbal Bond) Solo, MVB (Madioensche Voetbal Bond) Madiun, dan SIVB (Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond) Surabaya di gedung Soceiteit Hande Projo, Yogyakarta. Ir. Soeratin Sosrosoegondo terpilih sebagai ketua umum sekaligus menjadi pimpinan pertama PSSI.

Hanya PSSI seperti bingung organisasi itu lahir di Yogyakarta atau Solo. Bila membuka laman PSSI, ada milestone (kejadian penting atau tonggak pencapaian) yang menyebutkan PSSI berdiri 19 April 1930 di Solo.

Menariknya saat memberikan penjelasan mengenai sejarah PSSI di laman yang sama, pssi.org, organisasi sepak bola itu dibentuk di Yogyakarta. Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di zaman penjajahan Belanda, kelahiran PSSI betapa pun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan.

Solo dan Yogyakarta Bidani PSSI

Solo dan Yogyakarta jelas 2 kota berbeda. Namun klub sepak bola atau voetbal bond (pada masa itu) dari 2 kota tersebut turut membidani kelahiran PSSI.

Bisa jadi ada kekeliruan penulisan kota yang menjadi tempat lahir PSSI. Yang pasti, PSSI berdiri di Yogyakarta dengan nama Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia.

Namun bukan berarti Solo terabaikan. Solo justru menjadi bagian penting dalam sejarah PSSI. Pasalnya, nama PSSI mengalami perubahan dalam kongres yang diselenggarakan di Solo pada tahun yang sama. Dalam kongres, nama PSSI menjadi Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia sekaligus menetapkan Ir. Soeratin sebagai ketua umum.

Solo kembali menorehkan sejarah saat menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan sepak bola antar perserikatan yang disebut ‘Steden Tournooi‘ pada tahun 1931. Dan hanya berselang 2 tahun, Solo sudah memiliki stadion yang megah, Stadion Sriwedari.

Solo pula yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga yang kemudian dikenal dengan PON pada 1938. Kegiatan olahraga nasional sesungguhnya sudah terselenggara sebelum Indonesia merdeka. Namun prestasi olahraga Indonesia kurang menonjol kecuali cabang tertentu seperti bulutangkis.

Sepak bola? Bahkan untuk menjadi jawara di level Asia Tenggara saja tak gampang. Dalam sejarah SEA Games, timnas Indonesia hanya 2 kali memenangi emas. Di Piala AFF pun setali 3 uang. Timnas tercatat paling banyak menjadi runner up dan tak pernah juara.*

Artikulli paraprakPSS Sleman Yakin Sukses dengan Pelatih Lokal
Artikulli tjetërTragedi Anfield, Juergen Klopp Minta Maaf Liverpool Hancurkan Man United