Bayern Munich mengincar pemain depan Liverpool Sadio Mane (depan). (Gambar ilustrasi dengan lisensi Wikimedia Commons)

OLENAS.ID – Liverpool untuk kali ke-2 mempermalukan Manchester United, rival bebuyutan di kompetisi Liga Premier Inggris. Manajer Juergen Klopp pun sampai meminta maaf atas tindakan Liverpool yang menghancurkan Man United 4-0 dalam duel di Stadion Anfield, Rabu (20/4/2022) dini hari WIB.

Tragedii di Anfield saat Liverpool membuat Man United babak-belur. Hanya, The Reds sepertinya tak sampai hati melukai Man United. Apalagi, bintang si merah, Cristiano Ronaldo, tengah berduka karena bayi laki-laki meninggal saat dilahirkan. Dirinya terpaksa absen di laga tersebut karena duka itu.

Suporter Liverpool memberikan support kepada Ronaldo dengan menyanyikan theme song ‘You’ll Never Walk Alone’ saat pertandingan memasuki menit ke-7. Dukungan fans tuan rumah mendapat aplaus meski tak mengurangi keberingasan pasukan The Kop membantai Man United.

Bagi Man United, kekalahan itu sedikit tak memalukan ketimbang hasil buruk di duel pertama. Saat bermain di kandang sendiri di Old Trafford, The Red Devils hancur sama sekali karena kalah 5-0.

Dalam duel pertama, Liverpool mengajari tuan rumah bermain bola. Sedangkan di laga kali ini, Liverpool tak ubahnya menghadapi tim gurem seperti saat bermain di Piala FA. Ya, turnamen tertua di dunia ini memang mempertemukan semua tim dari berbagai divisi. Tak peduli tim-tim amatir bisa langsung bertemu tim dari Liga Premier di babak awal.

Kadang, tim amatir membuat kejutan. Namun yang lebih sering terjadi, tim Liga Premier yang mempermainkan dan membantai lawan dari divisi bawah. Dan, itu yang terjadi saat Liverpool memaksa Man United menangis.

Man United di Bawah Sir Alex Ferguson

Bagaimana tidak, Man United tak pernah mengalami pembantaian di Anfield selama di bawah kekuasaan manajer legendaris Sir Alex Ferguson. Bersama Ferguson, Man United justru sukses melampaui rekor Liverpool dengan menjadi juara Liga Inggris terbanyak.

Man United pun selalu percaya diri setiap kali bertemu Liverpool meski di tim tersebut ada deretan legenda, Michael Owen yang kemudian menyeberang ke Man United di pengujung karier dan Steven Gerrard. Namun dalam duel tersebut, Man United seperti kehilangan roh bahwa mereka adalah tim besar dengan para bintang di setiap lini.

Mereka sama sekali tak berkutik di hadapan Liverpool yang sedang on fire. Terbukti pertandingan baru berjalan 5 menit, gawang David de Gea sudah kebobolan. Ironisnya, Luiz Diaz yang membuka kemenangan tuan rumah merupakan pemain anyar.

Gelandang asal Kolombia yang didatangkan dari Porto ini juga memberi assist kepada Sadio Mane saat mencetak gol ke-3 Liverpool. Sebelumnya, pemain depan Mohamed Salah mengakhiri puasa gol setelah membobol gawang Man United di menit 22.

Salah pula yang menutup kemenangan juara Liga Champions 6 kali ini di menit 85. Skor 4-0 yang mengantarkan Liverpool ke puncak klasemen dengan menggeser Manchester City setelah mengantungi 76 poin. Namun, Man City yang tertinggal 2 poin bakal merebut kembali posisi puncak bila mengalahkan Brighton and Hove Albion di pertandingan Kamis (21/4/2022) dini hari WIB.

Sebaliknya, Man United kian sulit masuk 4 besar setelah turun ke posisi 6 dengan poin 54. Sama dengan Arsenal yang menang 1-0 atas Aston Villa, namun Man United kalah selisih gol. Arsenal pun naik ke peringkat 5 dan mereka masih menyimpan 2 pertandingan sisa.

Tottenham Hotspur pun kian mantap di posisi 4 setelah menang 3-1 atas West Ham United. Kemenangan itu menjadikan Tottenham unggul 3 poin dari Arsenal dan Man United.

Lawan Liverpool tak Tampil Utuh

Menanggapi kemenangan telak Liverpool, Klopp menuturkan bila timnya menghadapi lawan yang tidak tampil dengan kekuatan yang utuh. Menurut dia banyak pemain yang cedera, termasuk Paul Pogba yang terpaksa keluar dari lapangan sehingga mengurangi kekuatan Man United. Apalagi, Ronaldo absen di laga tersebut.

“Mereka tidak dalam kondisi terbaik dan banyak pemain top yang cedera. Saat Pogba cedera, lini tengah mereka bermain tidak seperti biasa,” ujar Klopp seperti dikutip Liverpool Echo.

Hanya saat menghadapi lawan yang melemah, Liverpool malah tak mengulangi sukses seperti di Old Trafford. Meski demikian Liverpool menang agregat 9-0 dalam satu musim ini. “Itu tak selalu terjadi. Menurut saya, itu [agregat 9-0] tak akan pernah terjadi lagi. Saat itu situasi tidak normal,” kata eks didikan Ralf Rangnick, manajer Man United.

“Yang jelas, mereka bermain tidak seperti biasanya. Kami menguasai bola 70%-75% karena mereka hanya bertahan. Ini pertandingan tak mudah bagi mereka. Saya minta maaf kepada mereka,” ucap Klopp setelah lawannya mengalami tragedi di Anfield.*

Artikulli paraprakPSSI Bingung Organisasi Sepak Bola Lahir di Solo atau Yogyakarta
Artikulli tjetërEverton Vs Leicester, Frank Lampard Yakin Bertahan di Liga Premier