Manchester United. (Gambar ilustrasi oleh Andre Zahn dengan lisensi Creative Commons)

OLENAS.ID – Manchester United resmi mengumumkan Erik ten Hag sebagai manajer baru. Ten Hag mendapat kontrak panjang sampai 2025 dengan opsi tambahan satu tahun.

Man United menjawab teka-teki siapa yang menggantikan Ralf Rangnick. Hanya, pengumuman itu tak ubahnya sebagai pengesahan saja karena klub dan Ten Hag sesungguhnya sudah mencapai kesepakatan.

Namun Man United harus menunda menyampaikan pengumuman tersebut sampai laga final Piala Belanda, pekan lalu. Tak hanya itu, Ten Hag pun bungkam dan menolak membahas rencana meninggalkan Ajax Amsterdam untuk menangani Man United.

Ini kehormatan besar menjadi manajer Manchester United. Saya senang menghadapi tantangan ke depan

Raksasa Liga Premier Inggris ini memang mengambil pertimbangan secara cermat sebelum menetapkan Ten Hag. Saat memberhentikan Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer, Man United tidak segera memilih penggantinya. Tak heran muncul berderet nama seperti Antonio Conte dan Massimiliano Allegri.

Hanya, Conte yang kabarnya sudah merapat ke Old Trafford justru menyeberang ke London untuk menangani Tottenham Hotspur. Sementara, Allegri yang sempat menjadi pilihan pertama pun kembali ke Juventus. Dirinya tak masuk daftar setelah Man United memecat Solskjaer.

Sebaliknya, Man United malah menunjuk Rangnick untuk menjadi manajer sementara sampai akhir musim. Rangnick sesungguhnya menerbitkan harapan karena dia tak lain mentor Juergen Klopp dan Thomas Tuchel.

Bila Klopp sukses mengarsiteki Liverpool dan klub sebelumnya, Borussia Dortmund, sedangkan Tuchel berhasil membawa Chelsea memenangi Liga Champions 2021. Dirinya juga meraup sukses saat menangani Paris Saint-Germain.

Sebagai anak didik mampu meraih sukses, Man United berharap Rangnick melakukan hal sama. Bila mampu memenhi target, dirinya berpeluang mendapat kontrak permanen. Namun Rangnick gagal memenuhi ekspetasi dan kini Man United harus keluar dari 4 besar. Kekalahan telak 4-0 di laga terakhir dari Liverpool menjadikan Man United kian terpuruk.

Kekecewaan fans akibat hasil memalukan karena pada 2 pertemuan dengan Liverpool selalu kalah telak secara tidak langsung mempercepat Man United untuk mengumumkan manajer baru. Dan, pengumuman itu memberi penghiburan karena Ten Hag menjadi harapan anyar The Red Devils.

“Manchester United dengan penuh suka-cita mengumumkan penunjukan Erik ten Hag sebagai manajer tim. Saat ini yang bersangkutan sedang menyelesaikan urusan visa kerja. Dia menjadi manajer setelah berakhirnya musim ini sampai Juni 2025 dengan opsi tambahan satu tahun,” demikian statemen resmi Man United.

Rangnick Tetap di Man United

Bagaimana dengan Rangnick? Pria asal Jerman ini tidak akan meninggalkan Old Trafford. Rangnick mendapat tugas anyar sebagai konsultan dengan kontrak selama 2 tahun.

Pengumuman resmi itu sekaligus mengakhiri masa tugas Ten Hag di Ajax. Pelatih berusia 52 ini meraih sukses besar selama 5 musim. Dirinya selalu memberi trofi di setiap musim, yaitu 2 kali juara Eredivisie Belanda dan 3 kali memenangi Piala Belanda.

Ten Hag pula yang membawa Ajax ke semifinal Liga Champions 2019 dengan menyingkirkan Real Madrid dan Juve. Sayangnya, Tottenham yang kemudian menghentikan laju De Godenzonen.

Ten Hag Merasa Terhormat

Menurut Ten Hag dirinya merasa mendapat kehormatan karena menangani Man United yang merupakan salah satu klub terbesar. “Ini kehormatan besar menjadi manajer Manchester United. Saya senang menghadapi tantangan ke depan,” kata Ten Hag kepada laman klub yang dikutip 90min.

“Saya tahu benar sejarah dari klub besar ini. Dan, hasrat dari fans. Saya akan berusaha keras membantu klub meraih sukses dan klub itu pantas mendapatkannya,” ucap dia lagi.

Direktur Sepak bola Man United John Murtough mengaku optimistis Ten Hag bakal membawa klub kembali meraih sukses. Menurut dia target utama Ten Hag tak lain menjadikan Man United juara Liga Inggris. Ini jelas tantangan berat Ten Hag.*

Artikulli paraprakBerebut Erling Haaland dengan Real Madrid, Ini Skenario Manchester City
Artikulli tjetërMan City Vs Madrid, Tanpa Pilar Penting Termasuk Eden Hazard