Manajer Manchester City Pep Guardiola. (Sumber foto: Wikimedia Commons)

OLENAS.ID – Manchester City belum bisa memastikan lolos ke final Liga Champions. Pasalnya, Man City hanya menang tipis 4-3 atas Real Madrid di semifinal pertama di Stadion Etihad, Kamis (27/4/2022) dini hari WIB. Manajer Pep Guardiola pun harus berpikir keras mengalahkan Madrid di Santiago Bernabeu.

Guardiola selangkah lagi kembali membawa Man City ke final. Namun langkah itu tak mudah karena mereka hanya menang tipis meski tercipta 7 gol dalam duel pertama itu.

Padahal, Man City melakukan start bagus. Finalis Liga Champions musim lalu langsung unggul 2-0 lewat gol Kevin de Bruyne dan Gabriel Jesus. Namun striker Karim Benzema mampu memperkecil ketinggalan.

Bila saja kami menang 2-0 atau 3-0, kami tetap akan berusaha bermain bagus di Bernabeu. Tetapi bila kami bermain seperti di babak ke-2, kami tak akan menang

Man City sesungguhnya terus melaju dan unggul 3-1 saat Phil Foden mencetak gol. Lagi-lagi, Madrid bisa menambah gol melalui Vinicius Junior. Terakhir, Bernardo Silva mengubah skor menjadi 4-2. Langkah The Cityzens bakal mulus bila tak kebobolan.

Sayangnya, kiper Ederson harus kembali memungut bola di gawangnya setelah Benzema mencetak brace dari titik penalti. Skor 4-3 bagi Man City belum mengamankan langkah mereka ke laga puncak.

Tim biru langit memang sedikit mendapat keuntungan karena hanya butuh imbang pada laga di Bernabeu, Kamis (5/5/2022) dini hari WIB. Namun Man City tetap harus memperhitungkan Madrid yang hanya butuh kemenangan 1-0 untuk memaksakan perpanjangan waktu.

Dengan dihapuskannya aturan gol tandang, Madrid memang harus menang 2-0 bila ingin menyingkirkan rivalnya. Meski tak mudah, Madrid optimistis bisa memenuhi target itu karena Benzema tengah on fire. Selain itu, gelandang Casemiro sudah bisa tampil kembali di laga ke-2.

Madrid Tetap Bukan Lawan Ringan

Guardiola sedikit pusing karena Madrid jelas bukan lawan ringan. Bila penampilan tak konsisten dan bahkan berubah seperti di babak ke-2, Man City bakal memupus impian meraih trofi Liga Champions.

“Bila saja kami menang 2-0 atau 3-0, kami tetap akan berusaha bermain bagus di Bernabeu. Tetapi bila kami bermain seperti di babak ke-2, kami tak akan menang,” kata Guardiola seperti dikutip Livescore.

“Bila kami bermain seperti periode sebelumnya, kami bisa menang. Saya tegaskan kami ingin menunjukkan permainan terbaik di sana [Bernabeu]. Itu yang saya katakan kepada pemain,” ucapnya.

Mantan pelatih Barcelona ini menuturkan saat bertandang ke Bernabeu, tim harus tampil maksimal bila ingin memenangkan pertandingan. Sebagai eks pelatih tim yang menjadi rival abadi Madrid di La Liga Spanyol, Guardiola tentu tahu benar bagaimana sulitnya mengalahkan Los Blancos di kandang sendiri. Dan, Man City harus meningkatkan performa bila ingin ke final.

“Saat saya masih menjadi pemain dan kemudian manajer, Anda harus menunjukkan kemampuan terbaik saat datang ke Bernabeu. Bila tidak, maka tidak ada pilihan untuk menang. Anda harus melewati situasi ini demi memenangi Liga Champions,” kata Guardiola.

Pelatih berusia 51 ini pernah membawa Barca 2 kali memenangi Liga Champions sebagai pelatih dan sekali sebagai pemain. Namun Guardiola belum pernah melakukannya lagi sejak meninggalkan Camp Nou saat menangani Bayern Munich maupun Man City.*

Artikulli paraprakPersija Jakarta Bantah Tidak Membayar Marco Simic Selama Setahun
Artikulli tjetërLiverpool Vs Villarreal, Klopp: Pertarungan Belum Selesai