Wasekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto (kiri) menepis hoaks APG XI 2022 di Solo diikuti 2 negara. (Foto: olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Hoaks soal negara peserta ASEAN Para Games (APG) XI 2022 Solo. Persiapan APG diganggu isu menyesatkan bahwa multievent olahraga difabel hanya diikuti 2 negara saja. NPC pun menepisnya.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sempat mempersoalkan kabar tersebut. Pasalnya ada media yang membeberkan bila hampir semua negara Asia Tenggara tidak ikut APG. Hanya 2 negara peserta yang bersedia ke Solo.

Bila rumor itu benar, ini berarti hanya satu negara yang memeriahkan event tersebut. Sedangkan satu negara lain tentu Indonesia sebagai tuan rumah.

Hoaks yang sungguh keji. Sayangnya, Kemenpora menolak menyebutkan media yang menginformasikan soal 2 negara peserta APG.

Jadi, kami mohon Presiden dan Menpora tidak terpengaruh isu yang tidak jelas. Bila diperlukan mohon konfirmasi langsung ke NPC Indonesia

“Kami menerima kabar dari Kemenpora soal isu tersebut. Kemenpora menyatakan mendapat informasi dari media. Hanya tidak ada penjelasan media apa. Termasuk 2 negara itu dari mana,” kata Wasekjen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Rima Ferdianto di Solo, Kamis (28/4/2022).

Meski tak mendapat jawaban memuaskan dari Kemenpora, NPC Indonesia dengan sigap mengonfirmasi bila kabar itu sama sekali tidak benar. Semua negara ASEAN bakal berlaga di Solo. Menurut Rima 11 negara sudah memastikan mengikuti APG.

Ini bukan pernyataan sepihak NPC Indonesia karena 11 negara tersebut sudah mengirim surat resmi. Kepastian keikutsertaan mereka disampaikan dalam dokumentasi resmi partisipasi APG XI 2022.

Atlet difabel saat menjalani latihan di Stadion Sriwedari, Solo. (Foto: olenas.id/Gonang Susatyo)

“Tidak ada satu pun negara yang batal ikut. NPC Indonesia memastikan ada 11 negara yang akan tampil di APG 2022, termasuk Indonesia sebagai tuan rumah. Ini sekaligus menepis kabar tidak benar bila APG hanya diikuti 2 negara,” ujar Rima.

Thailand Kirim Atlet Terbanyak

Menurut Rima negara peserta yang bakal hadir, yaitu Thailand, Singapura, Malaysia, Myanmar, Filipina, Vietnam, Timor Leste, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos dan Indonesia. Mereka juga telah mengirim entry by name para atlet. Dari catatan entry by name diketahui APG diikuti 1.648 atlet dengan 661 ofisial.

“Untuk penggunaan kursi roda sebanyak 532. Thailand mengirim atlet terbanyak, yaitu 366 dan Brunei tercatat membawa atlet paling sedikit, 14,” ucap Rima.

“Jadi, kami mohon Presiden dan Menpora tidak terpengaruh isu yang tidak jelas. Bila perlu mohon konfirmasi langsung ke NPC Indonesia,” jawab Rima.

Hoaks itu memang seperti mengganggu APG. Namun Rima memastikan tidak ada gangguan persiapan pelaksanaan APG. Menurut dia semua persiapan berada di jalur yang tepat. Bahkan ASEAN Para Sports Federation (ASPF) merencanakan datang ke Solo pada 7-10 Mei 2022. Mereka akan meninjau sekaligus memastikan kesiapan venue APG.

“Akan ada coordination meeting dengan ASPF yang membahas semua persiapan APG. Salah satunya agenda penting yakni serah terima bendera tuan rumah sekaligus mengunjungi venue, kesiapan hotel di Kota Solo,” kata Rima.*

Artikulli paraprakLiverpool Vs Villarreal, Klopp: Pertarungan Belum Selesai
Artikulli tjetërDerita Kian Berat, Manchester United Bakal Absen di Liga Champions