Pemain Manchester United. (Sumber foto: Wikimedia Commons)

OLENAS.ID – Manchester United bakal absen di Liga Champions 2022/2023. Hasil imbang 1-1 melawan Chelsea di pertandingan Liga Premier Inggris di Stadion Old Trafford, Jumat (29/4/2022) dini hari, membuat derita mereka kian berat. Man United hampir pasti tidak berlaga di kompetisi kasta tertinggi Eropa.

Musim yang berat bagi Man United. Saat Manchester City, tetangga sebelah, benar-benar berisik karena berpeluang meraih double winners, Liga Premier Inggris dan Liga Champions, sebaliknya Man United harus meratap.

Bahkan ambisi Man City meraih trofi kuping lebar untuk kali pertama kian terbuka setelah mengalahkan Real Madrid 4-3 pada semifinal pertama. Pasalnya, mereka hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke final.

Musim lalu, Man City sesungguhnya mendapat kesempatan meraup gelar ganda. Sayangnya, mereka gagal di final Liga Champions meski berhasil memenangi Liga Premier.

Di musim yang sama, Man United sempat membayangi Man City. Saat kedua tim memasuki persaingan ketat, Man United justru kehilangan kekuatan mental pemenang sehingga gagal meraih poin di laga-laga krusial. Sebaliknya, The Cityzens terus melaju dan meraih trofi tanpa mendapat gangguan dari Manchester merah yang bertengger di peringkat 2.

Keberhasilan sebagai runner up pada gilirannya menempatkan Man United sebagai unggulan di musim 2021/2022. Apalagi, manajer Ole Gunnar Solskjaer sukses membawa kembali Cristiano Ronaldo dari Juventus yang nyaris bergabung dengan Man City

Namun harapan itu tak menjadi kenyataan. Man United terpuruk dan Solskjaer yang harus meletakkan jabatan. Ironisnya, Ralf Rangnick yang menjadi manajer sementara gagal memenuhi ekspetasi. Padahal, Rangnick pernah sesumbar dirinya yang ‘mendidik’ Juergen Klopp dan Thomas Tuchel.

Klopp memang sukses di Liverpool dan musim ini berpeluang meraih quadruple. Sementara, Tuchel membawa Chelsea memenangi Liga Champions 2021.

Posisi Rangnick

Lalu bagaimana dengan Rangnick? Man United kian ambruk sehingga rencana memberikan kontrak permanen kepada Rangnick pun pupus. Bagaimana tidak, The Red Devils satu-persatu kehilangan kesempatan meraih trofi.

Harapan terakhir adalah masuk 4 besar agar bisa berlaga di Liga Champions. Sayangnya, pemegang rekor juara Liga Inggris ini hampir pasti gagal mendapatkan tiket ke kompetisi bergengsi Eropa.

Gara-garanya, mereka hanya mampu bermain imbang saat menjamu Chelsea. Bahkan Man United nyaris kalah karena The Blues unggul lebih dulu melalui gol indah Marcos Alonso. Tendangan voli first time pemain tim nasional Spanyol ini menaklukkan kiper David de Gea.

Beruntung ada Ronaldo yang tampil sebagai penyelamat. Eks bintang Madrid ini menyamakan skor menjadi 1-1 yang bertahan sampai akhir laga.

Meski meraih poin, namun Man United gagal merapatkan jarak poin dengan Arsenal yang berada di peringkat 4. Arsenal yang memiliki poin 60 sudah unggul 5 poin dari Man United. Mereka juga masih menyimpan 2 pertandingan. Sementara, Tottenham Hotspur yang menduduki posisi 5 memiliki poin 58.

Man United Secara Matematis Bisa Lewati Arsenal

Dengan menyisakan 3 pertandingan lagi, Man United secara matematis masih bisa melewati 2 tim London utara yang berada di atasnya. Hanya, Arsenal dan Tottenham harus kalah melulu sehingga Man United bisa mengejarnya. Melihat peluang yang hampir tertutup, Rangnick akhirnya melempar bendera putih sebagai tanda menyerah.

“Bahkan sebelum pertandingan saya sudah merasa sulit [ke Liga Champions]. Tetapi setelah pertandingan dengan hasil seperti ini, maka harapan masuk 4 besar pupus sudah,” ucap Rangnick kepada The Sun.

Sementara, eks kapten Man United Roy Keane menyatakan Chelsea seharusnya yang memenangkan pertandingan. Keane yang menjadi pundit pertandingan menggarisbawahi bila Man United bukan tim yang bagus.

“Chelsea seharusnya memenangkan pertandingan. United baru bangkit setelah tertinggal. Mereka hanya memiliki sedikit kebanggaan. Dan itu sungguh tidak cukup,” kata Keane.

“Chelsea bermain jauh lebih baik. Bila lebih tajam dan mampu memanfaatkan peluang, mereka yang menang,” ujarnya.

Man United menjadi tim big six yang menderita. Dan, manajer anyar Erik ten Hag bakal bekerja ekstrakeras membangun kembali pasukan merah dari reruntuhan.*

Artikulli paraprakASEAN Para Games 2022 Solo Malah Diganggu Hoaks Soal Negara Peserta
Artikulli tjetërNewcastle United Vs Liverpool, Menang dan Kembali ke Puncak