Pemain Manchester City merayakan gol. (Sumber foto: Wikimedia Commons)

OLENAS.ID – Manchester City kian dekat merengkuh sekaligus mempertahankan titel Liga Premier Inggris. Kemenangan 5-0 atas Newcastle United dalam duel di Stadion Etihad, Minggu (8/5/2022) malam WIB, menjauhkan Man City dari Liverpool. Namun manajer Man City Pep Guardiola mengatakan Liverpool justru yang mendapat dukungan menjadi juara liga.

Masih ada 3 pertandingan lagi dan Man City sudah unggul 3 poin dari Liverpool yang bertengger di peringkat 2 dengan poin 83. Hasil di laga pekan ke-35 setidaknya menjadikan Man City berada di pole position dalam perebutan gelar liga.

Ini tidak lepas dari pencapaian Liverpool yang di luar perkiraan gagal meraih kemenangan setelah bermain imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur. Man City sendiri memanfaatkan keuntungan tersebut saat tampil di kandang sendiri. Mereka menghancurkan Newcastle United dengan skor 5 gol tanpa balas.

Kami memang kalah bila dibandingkan dengan Liverpool di kompetisi Eropa. Tetapi tidak di Liga Premier karena mereka baru sekali menjadi juara selama 30 tahun terakhir

Di laga itu, striker tim nasional Inggris Raheem Sterling mencetak brace dengan membuka dan menutup kemenangan The Cityzens. Sedangkan Aymeric Laporte, Rodri dan Phil Foden masing-masing menyumbang satu gol bagi tim biru langit.

Kemenangan besar yang mulai memuluskan langkah Man City menuju tangga juara setidaknya menghapus kekecewaan mereka yang gagal melangkah ke final Liga Champions untuk menghadapi Liverpool. Gara-garanya, jawara La Liga Spanyol, Real Madrid, sukses menyingkirkan Man City d semifinal sekaligus mencegah terciptanya final sesama tim Inggris.

Gagal di kompetisi Eropa, Man City mengamuk di liga domestik. Dengan 3 pertandingan terakhir melawan Wolverhampton Wanderers, West Ham United dan Aston Villa, tampaknya peluang mereka memenangi trofi liga ke-4 kali selama 5 musim terakhir bakal menjadi kenyataan.

Liverpool Berjibaku Buru Quadruple

Sementara, Liverpool masih harus berjibaku tidak hanya di kompetisi tetapi juga di Piala FA dan Liga Champions. Dengan ambisi menjadi tim Liga Inggris pertama yang meraih quadruble, mereka melakoni laga dengan jadwal yang padat.

Bagaimana tidak, hanya berselang 3 hari, The Reds bertemu Villa di laga pertengahan pekan. Selanjutnya, di akhir pekan, mereka menghadapi Chelsea di final Piala FA.

Tidak ada istirahat bagi pasukan Juergen Klopp karena Liverpool harus meladeni 2 laga pamungkas melawan Southampton dan Villa dalam satu pekan. Terakhir, mereka hanya memiliki waktu 7 hari melakukan persiapan menghadapi Madrid di final Liga Champions.

Melakoni jadwal padat di pengujung kompetisi menjadikan Liverpool sebagai protagonis karena mendapat dukungan untuk meraih 4 trofi dalam satu musim. Bila mampu mencetak rekor itu, mereka bakal melampaui sukses Manchester United pada 1999. Saat itu, Man United meraih treble dengan memenangi Liga Inggris, Liga Champions dan Piala FA. Man United masih memegang rekor menjadi satu-satunya tim Inggris yang pernah memenangi 3 trofi dalam satu musim.

Liverpool memang pernah memenangi 3 trofi dalam satu musim pada 2001. Hanya, mereka menjuarai Piala FA, Piala Liga dan Liga Europa. Setidaknya itu menjadi hiburan The Kop yang saat itu menjadi bayang-bayang Man United.

“Semua di negeri ini mendukung Liverpool. Media, semuanya support mereka,” kata Guardiola kepada BeIn Sports menanggapi persaingan Man City dengan Liverpool dalam perburuan titel liga.

“Ini karena Liverpool memiliki sejarah yang hebat. Kami memang kalah bila dibandingkan dengan Liverpool di kompetisi Eropa. Tetapi tidak di Liga Premier karena mereka baru sekali menjadi juara selama 30 tahun terakhir. Sebaliknya sejak 10-12 tahun terakhir, kami yang selalu berada di atas,” ujar eks pelatih Barcelona ini.

Tak Masalah Semua Dukung Liverpool

Guardiola tak mempermasalahkan bila Man City tak mendapat dukungan. Dia juga mengakui tidak hanya Liverpool tetapi Man United memiliki sejarah klub yang mengesankan.

“Saya tahu ini tentu tak menyenangkan, tetapi saya tak peduli. Bila banyak yang menginginkan Liverpool menjadi juara ketimbang kami, itu memang wajar. Mereka mungkin saja memiliki lebih banyak suporter di dunia dan di Inggris sendiri,” kata dia lagi.

Pertarungan memang belum berakhir. Meski Man City yang saat ini memiliki poin 68 berada di atas angin, Liverpool masih bisa mengambil tikungan terakhir untuk menyalip rivalnya.*

Artikulli paraprakTinggalkan Man Utd, Paul Pogba Menyeberang ke Manchester City
Artikulli tjetërErling Haaland ke Man City, Pengumuman Resmi Pekan Depan!