Inter Milan. (Gambar ilustrasi: Pixabay)

OLENAS.ID – Inter Milan meraih trofi pertama saat memenangi Coppa Italia setelah di final mengalahkan Juventus 4-2 di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (12/5/2022) dini hari WIB. Kini, Inter memburu double winners dengan membidik Scudetto.

Inter Milan, ternyata, tak goyah meski melakukan pergantian pelatih. Setelah Antonio Conte yang sukses membawa tim meraih Scudetto untuk kali pertama sejak 2010 meletakkan jabatan, Inter kemungkinan mengalami penurunan. Pasalnya Conte sesungguhnya masih dalam proses membangun tim di Inter.

Meski Simone Inzaghi yang menggantikan Conte meraih sukses bersama Lazio, namun dirinya harus bekerja ekstrakeras membangun kembali tim. Apalagi, Inzaghi harus kehilangan Romelu Lukaku yang pindah ke Chelsea. Padahal, Lukaku merupakan tandem maut Lautaro Martinez.

Trofi ini akan menjadi sejarah selamanya bagi Inter. Tentu kami merasa bahagia. Namun musim ini belum berakhir

Inzaghi sukses menepis keraguan atas kemampuannya membangun Inter. Dia membawa Nerazzurri melewati masa transisi. Terbukti, Inter menunjukkan konsistensinya dan bersaing dengan tim satu kota, AC Milan, dalam perebutan titel liga.

Tak hanya itu, Inzaghi pun sukses membawa Inter menapak ke final Coppa Italia. Bahkan di semifinal, Edin Dzeko dkk membungkam Milan tanpa pernah kalah. Mereka bermain imbang 0-0 dan kemudian menang telak 3-0 atas Rossoneri.

Inter Tunjukkan Kematangan Mental

Di laga final, Inter kembali menunjukkan kematangan mental. Pasukan Inzaghi memang unggul lebih dulu lewat gol cepat Nicolo Barella saat laga baru berjalan 6 menit.

Namun Juve cepat bangkit dan mencetak 2 gol hanya dalam tempo 2 menit. Juve menyamakan skor melalui Alex Sandro menit 50. Dan 2 menit selanjutnya, giliran Dusan Vlahovic yang menjadikan Bianconeri unggul 2-1.

Beruntung, Inter mendapat penalti dan Hakan Calhanoglu berhasil menuntaskan eksekusi itu sehingga skor menjadi 2-2 dan pertandingan berlanjut di babak perpanjangan waktu. Di babak itu, Inter sukses memborong 2 gol. Gelandang veteran Ivan Perisic mencetak brace di menit 99 dan 102 sehingga Inter menang 4-2.

Presiden Inter Bangga

Presiden Inter Steven Zhang mengaku bangga dengan pencapaian pasukan Inzaghi. Menurut dia ini memotivasi tim untuk bersaing dengan Milan dalam perebutan Scudetto.

“Trofi ini akan menjadi sejarah selamanya bagi Inter. Tentu kami merasa bahagia. Namun musim ini belum berakhir. Kami masih berjuang sampai akhir,” kata Zhang seperti dikutip Football Italia.

Suporter Inter Milan di sebuah pertandingan. Mereka merayakan keberhasilan Inter menjuarai Coppa Italia. (Sumber foto: flickr.com)

Kompetisi Serie A Italia menyisakan 2 pertandingan lagi. Milan berada di pole position karena menduduki puncak klasemen dengan poin 80. Sementara, Inter yang menduduki peringkat 2 memiliki 78 poin.

Inter akan melakoni laga tandang melawan Cagliari, Senin (16/5/2022) dini hari WIB dan di laga pamungkas menjamu Sampdoria, Minggu (22/5/2022) malam WIB. Sementara, Milan menjamu Atalanta, Minggu (15/5/2022) malam WIB. Di laga terakhir, juara Liga Champions 7 kali ini menyambangi markas Sassuolo.

“Kami hanya berjarak 2 poin dan optimistis mengejar Milan. Kami sepenuhnya yakin,” ucap dia.

Inter memenangi Coppa Italia untuk ke-8 kalinya. Mereka terakhir kali menjadi juara pada 2011. Sedangkan Inzaghi mencetak histori karena langsung meraih trofi pada debutnya sebagai pelatih Inter. Namun adik mantan striker tim nasional Italia, Filippo Inzaghi ini pernah merebut Coppa Italia pada 2019 bersama Lazio.

Sebaliknya bagi Juve, kegagalan ini menjadikan mereka menutup musim tanpa meraih trofi. Juve juga gagal mempertahankan Coppa karena mereka sesungguhnya berstatus juara bertahan.*

Artikulli paraprakPRSI DIY Siapkan Kejurnas OWS di Waduk Sermo, Kulonprogo
Artikulli tjetërPSS Sleman Datangkan Pemain Bermasalah?