Suporter Liverpool. (Gambar ilustrasi: suporter Liverpool oleh George Groutas dengan lisensi Creative Commons 2.0)

OLENAS.ID – Liverpool memenangi Piala FA setelah menaklukkan Chelsea 6-5 (0-0) lewat drama adu penalti dalam laga final di Stadion Wembley, Sabtu (14/5/2022) malam WIB. Liverpool sukses memboyong 2 gelar dan masih berpeluang meraih quadruple alias 4 trofi dalam satu musim. Hanya, Liverpool butuh keajaiban di liga.

Final Piala FA seperti ulangan Piala Liga (Carabao Cup). Liverpool menghadapi lawan sama, Chelsea. Laga final pun harus berakhir dengan adu penalti. Menariknya, 2 duel di laga puncak itu sama-sama berakhir tanpa gol.

Di Piala Liga, penentuan adu penalti berlangsung ketat karena butuh 11 eksekutor. Laga berakhir setelah kiper Kepa Arrizabalaga gagal menuntaskan eksekusi. Liverpool pun menang 11-10.

Ini pertandingan ke-60 kami dengan intensitas tinggi musim ini. Dan, kami menunjukkan performa yang luar biasa. Kami tentu tidak berhenti di sini

Sementara pada final Piala FA, giliran kolega Kepa dari Spanyol, Cesar Azpilicueta yang gagal menuntaskan penalti. Namun Mason Mount yang menjadikan Chelsea gagal setelah kiper Alisson menggagalkan tendangannya.

Dan, Liverpool yang kemudian mengangkat trofi karena Kostas Tsimikas sukses menaklukkan kiper Edouard Mendy yang sebelumnya memblok eksekusi Sadio Mane, rekannya di tim nasional Senegal. Ini merupakan trofi ke-8 Liverpool di ajang Piala FA.

Arsenal Pegang Rekor

Arsenal masih memegang rekor sebagai klub yang paling banyak memenangi Piala FA dengan 14 kali menjadi juara. Sedangkan Manchester United berada di peringkat 2 dengan 12 kali mengangkat trofi dari turnamen sepak bola tertua di dunia ini.

Final Piala FA musim ini juga untuk kali pertama harus berakhir dengan adu penalti. Dan untuk kali pertama pula selama 99 tahun, tidak ada gol di pertandingan final.

Manajer Liverpool Juergen Klopp mengaku bahagia dengan keberhasilan meraih trofi ke-2 musim ini. Hanya, dia mengingatkan pemain tak terlena karena masih ada tantangan berikutnya di kompetisi Liga Premier Inggris dan final Liga Champions.

“Ada suka cita menjadi bagian dari klub ini. Harus diakui masih banyak yang akan datang dan bermain. Namun saat ini saya hanya ingin bersuka cita dulu dan tak memikirkan tantangan berikutnya. Kemenangan ini sangat istimewa,” kata Klopp kepada The Guardian.

“Ini pertandingan ke-60 kami dengan intensitas tinggi musim ini. Dan, kami menunjukkan performa yang luar biasa. Kami tentu tidak berhenti di sini. Tetapi kami ingin menikmatinya lebih dulu untuk sejenak,” ucap eks pelatih Borussia Dortmund ini.

Setelah memenangi 2 gelar, peluang Liverpool meraih quadruple masih terbuka. Hanya, The Reds membutuhkan sedikit keajaiban karena harus bersaing ketat dengan Manchester City di Liga Premier.

Saat ini, Liverpool yang menduduki peringkat 2 memiliki poin 79. Man City unggul satu poin dan kompetisi menyisakan 2 pertandingan lagi. Bila Man City menang atas West Ham United, malam ini, maka Liverpool butuh keajaiban untuk memenangi Liga Premier.

Selain kompetisi domestik, Liverpool masih bertarung di final Liga Champions melawan Real Madrid. Laga final di Paris, 28 Mei 2022.*

Artikulli paraprakShin Tae-yong Dapat Ucapan Ultah Dari Suporter Usai Indonesia Kalahkan Filipina
Artikulli tjetërAFC Grassroots Day 2022, Mataram Football Academy Gelar Klinik Pelatihan 100 Anak