Eintracht Frankfurt juara Liga Europa setelah mengalahkan Rangers 5-4 di laga final. (Sumber foto: Wikimedia Commons)

OLENAS.ID – Eintracht Frankfurt tampil sebagai juara Liga Europa atau Europa League usai mengalahkan Rangers 5-4 (1-1) lewat drama adu penalti di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, Spanyol, Kamis (19/5/2022) dini hari WIB. Frankfurt pun memupus dongeng indah Giovanni van Bronckhorst, si Nyong Ambon yang sukses membawa Rangers di laga puncak.

Van Bronckhorst kembali ke Rangers sebagai manajer pada 2021. Dirinya memang pernah menjadi bagian dari klub Skotlandia ini sebagai pemain pada 1998 sampai 2001. Hasilnya, Van Bronckhorst membawa Rangers 2 kali memenangi Liga Skotlandia, Piala Skotlandia dan sekali juga Piala Liga Skotlandia.

Saat meninggalkan Rangers, karier eks kapten tim nasional Belanda ini kian berkibar dengan membela Arsenal dan membawa Barcelona memenangi Liga Champions 2006. Van Bronckhorst menutup karier di klub yang membesarkannya, Feyenoord.

Dalam adu penalti, Anda bisa berhasil atau gagal. Sayangnya, dia gagal. Padahal kami sesungguhnya sudah siap adu penalti

Di Feyenoord pula, dia mengawali karier sebagai pelatih. Dirinya mengantarkan Feyenoord menjuarai Eredivisie Belanda 2017, Piala Belanda 2016 dan 2 kali mengangkat Johan Cruyff Shield.

Selanjutnya, sosok berdarah Maluku ini terbang ke China untuk menangani Guangzhou R&F. Hanya satu tahun Van Bronckhorst melatih di China dan kembali ke Skotlandia untuk mengarsiteki Rangers menggantikan Steven Gerrard yang pindah ke Aston Villa.

Van Bronckhorst yang lahir di Rotterdam ini memang seorang Maluku. Ayahnya, Victor van Bronckhorst, merupakan campuran Belanda dan Indonesia. Sedangkan ibunya, Fransien Sapulette, sepenuhnya Maluku. Van Bronckhorst yang membawa Belanda menjadi runner up Piala Dunia 2010 ini pun pernah mengunjungi Ambon, Maluku.

Giovanni van Bronckhorst, manajer Rangers berdarah Maluku. (Sumber foto: Wikimedia Commons)

Saat menangani Rangers, pencapaian pria berusia 47 ini memang mengesankan. Dalam perjalanan di Liga Europa, Rangers menyingkirkan Barca, eks klub Van Bronckhorst yang juga menjadi unggulan setelah gagal di Liga Champions. Selain itu, Rangers menghentikan laju Sporting Braga dan RB Leipzig.

Rangers Awali Laga Final dengan Baik

Di laga final, Rangers sesungguhnya mengawali dengan baik. Mereka unggul lebih duku melalui Joe Aribo yang mencetak gol di menit 57. Namun Rangers gagal mempertahankan keunggulan setelah Rafael Borre menyamakan skor di babak ke-2.

Laga pun berakhir dengan skor 1-1. Tidak ada gol di babak tambahan waktu sehingga pertandingan berlanjut adu penalti. Kali ini, Rangers kurang beruntung setelah kiper Frankfurt Kevin Trapp berhasil menggagalkan eksekusi Aaron Ramsey. Frankfurt tampil juara untuk kali pertama sejak 42 tahun setelah menang 5-4.

“Ini sungguh mengecewakan, Anda bisa menyaksikannya usai pertandingan,” kata Van Bronckhorst kepada Metro.

“Tak menyenangkan memang bila kalah. Semua terpukul dan kecewa. Anda bisa merasakannya di ruang ganti. Ini hal yang wajar tentu saja,” ucap manajer yang tak menyalahkan Ramsey.

“Aaron tentu paling kecewa. Dalam adu penalti, Anda bisa berhasil atau gagal. Sayangnya, dia gagal. Padahal kami sesungguhnya sudah siap adu penalti. Dalam situasi ini, Anda memilih pemain yang biasa melakukannya dan merasa nyaman saat mengambil penalti. Persoalannya hanya sedikit pemain yang merasa nyaman untuk melakukannya,” kata Van Bronckhorst lebih lanjut.

Frankfurt sendiri menunjukkan konsistensi di kompetisi Eropa dengan mencatat rekor tak pernah kalah. Mereka juga menjadi tim Bundesliga Jerman pertama yang memenangi Liga Europa. Namun Frankfurt menjadi yang ke-2 saat masih bernama Piala UEFA dan Schalke pernah menjuarainya dengan mengalahkan Inter Milan pada 1997.

“Kami memainkan 13 pertandingan di Eropa dan tidak pernah kalah sekalipun,” kata pelatih Oliver Glasner.

“Kami melangkah setapak demi setapak dan pada akhirnya kami yang menjadi juara. Tak ada kata-kata untuk melukiskan bagaimana perasaan saya kepada pemain,” ujar dia.

Tampil sebagai juara Liga Europa, Frankfurt akan berlaga di Liga Champions musim depan meski mereka mengakhiri kompetisi Bundesliga dengan menduduki peringkat 11. Mereka juga akan menghadapi juara Liga Champions, Real Madrid atau Liverpool di ajang UEFA Super Cup.*

Artikulli paraprakSouthampton Vs Liverpool, Bergantung pada Steven Gerrard
Artikulli tjetërDatang ke Jakarta, Pelatih Thomas Doll Langsung Geber Latihan Persija