AC Milan juara Serie A Italia musim 2022. (Gambar ilustrasi: "Suporter AC Milan" oleh Oleszmelo dengan lisensi Creative Commons)

OLENAS.ID – AC Milan mengakhiri puasa juara Serie A Italia. Milan memastikan meraih Scudetto setelah mengalahkan Sassuolo 3-0 di pertandingan terakhir liga di Stadion Mapei, Minggu (23/5/2022) malam WIB. Milan memang lebih layak juara ketimbang rival satu kota, Inter Milan. Alasannya?

Puasa gelar liga selama 11 tahun berakhir sudah. Pertarungan untuk memperebutkan gelar pun menunggu sampai laga pamungkas liga. Pasalnya, Milan hanya unggul 2 poin dengan Inter yang berstatus juara bertahan.

Pada laga terakhir, posisi Inter sesungguhnya lebih menguntungkan ketimbang Rossoneri karena bermain di kandang sendiri dengan menjamu Sampdoria. Sementara, Milan harus melakoni laga tandang.

Pemain memiliki mentalitas yang kuat. Mereka tak pernah menyerah dan tampil fantastis

Meski bermain di laga away, Milan ternyata menunjukkan performa terbaik. Striker veteran Olivier Giroud mencetak brace di menit 17 dan 32. Sedangkan Franck Kessie menyumbang satu gol yang melengkapi kemenangan 3-0 Milan.

Trofi Juara Pertama Stefano Pioli

Pelatih Stefano Pioli tidak bisa menyembunyikan suka cita membawa Milan meraih Scudetto. Apalagi ini juga merupakan trofi pertama Pioli sebagai pelatih.

“Saya bangga pada pemain, staf saya dan klub, direktur serta suporter yang fantastis. Dan kepada suporter Milan di seluruh dunia yang pantas mendapatkan Scudetto ini,” ujar Pioli kepada Football Italia.

“Kami percaya mampu melakukannya. Tentu saya bahagia,” kata dia lagi.

Milan bersaing ketat dengan Inter memperebutkan titel liga. Musim lalu, Milan sempat menyaingi Inter yang kemudian tampil sebagai juara.

Pioli menuturkan bila kali ini Milan pantas memenangi liga. Pasalnya Milan menunjukkan konsistensi ketimbang rival satu kota.

“Kami lebih konsisten. Bila Anda bisa bertahan sampai akhir, berarti Anda memiliki kontinuitas. Pemain memiliki mentalitas yang kuat. Mereka tak pernah menyerah dan tampil fantastis. Pemain tak pernah kehilangan irama atau intensitasnya,” ucap Pioli lagi.

Milan Lama Terpuruk

Milan cukup lama mengalami keterpurukan setelah mendominasi sepak bola Italia pada 1980 dan 1990-an. Mereka sempat kembali meraih Scudetto pada 2011 bersama pelatih Massimiliano Allegri. Namun juara Liga Champions 7 kali ini kemudian kembali menurun.

Kebangkitan Milan ditandai dengan kehadiran Pioli. Bahkan dirinya sukses mengantarkan Milan menduduki peringkat 2 pada musim 2021. Sukses membawa Milan kembali ke Liga Champions menjadikan klub mempertahankan Pioli.

Bahkan Milan sampai membatalkan rencana merekrut pelatih Ralf Rangnick. Padahal, rencana itu nyaris menjadi kenyataan dan sempat membuat direktur klub, Paolo Maldini, ingin mundur. Maldini mendukung Pioli yang berhasil membangun kembali tim yang terpuruk. Rangnick yang musim ini menjadi manajer sementara Manchester United pun berbesar hati menolak ke Milan karena menilai kinerja Pioli sudah sangat bagus.

Kepercayaan Maldini berbuahkan hasil pada musim ini. Pioli mengantarkan Milan bertahan di papan atas meski gagal di Liga Champions. Tim pun memenangi pertarungan melawan Inter.*

Artikulli paraprakJuara Liga Premier, Manchester City Gagalkan Quadruple Liverpool
Artikulli tjetërTurnamen Pra Musim Jelang Liga 1 dan Liga 2 Akan Digelar Pertengahan Juni 2022