Real Madrid juara Liga Champions usai mengalahkan Liverpool 1-0. (Gambar oleh Carabo Spain dari Pixabay)

OLENAS.ID – Real Madrid menyatakan kesiapannya menghadapi Liverpool di final Liga Champions di Stade de France, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB. Meski sudah siap, Madrid tetap rileks menghdapi laga besar.

Laga besar sudah menunggu, final Liga Champions. Duel itu menampilkan 2 tim terbaik, Madrid dan Liverpool, yang sama-sama berambisi mengukir rekor bila menjadi juara.

Madrid masih memegang rekor sebagai juara paling banyak dengan 13 kali mengangkat trofi kuping lebar. Liverpool sendiri baru 6 kali memenangi Liga Champions. Meski demikian pencapaian itu sudah menjadikan The Reds sebagai klub yang paling banyak memenanginya di Inggris Raya.

Ini laga terbesar di sepak bola. Klub ini pun sudah 5 kali mencapai final selama 8 musim terakhir

Mereka unggul jauh dengan Manchester United yang baru 3 kali menjadi juara. Sementara, Chelsea mulai menyusul Man United setelah 2 kali memenanginya. Hanya saja, Man United masih menjadi satu-satunya klub Inggris yang pernah meraih treble saat memenangi Piala FA, Liga Premier Inggris dan Liga Champions yang secara dramatis mengalahkan Bayern Munich 2-1.

Liverpool sesungguhnya berambisi melampaui rekor Man United dengan memburu quadruple musim ini. Mereka pun sudah memenangi Piala Liga (Carabao Cup) dan Piala FA. Sayangnya, The Kop gagal di kompetisi domestik dan mengakhirinya menduduki peringkat 2. Manchester City yang menjadi juara untuk ke-2 kalinya secara berturut-turut menggagalkan ambisi quadruple Liverpool.

Liverpool Berambisi Raih 3 Trofi

Namun pasukan Juergen Klopp masih berharap meraih 3 trofi dalam satu musim bisa memenangi Liga Champions. Hanya saja, mereka harus menghadapi lawan tak gampang. Madrid menunjukkan konsistensi dengan menjuarai La Liga Spanyol. Bahkan Los Blancos sudah memastikan juara saat kompetisi menyisakan 4 pertandingan lagi.

Perjalanan Madrid menuju puncak pun penuh halangan. Meski demikian, tim asuhan Carlo Ancelotti menunjukkan kematangan mental juara dengan menyingkirkan Paris Saint-Germain, Chelsea dan Man City. Sedangkan lawan Liverpool lebih ‘ringan’ karena mereka hanya menghadapi Inter Milan, Benfica dan Villarreal.

Madrid memang memiliki persiapan lebih baik karena Ancelotti sudah mematangkan tim saat kompetisi belum berakhir. Sebaliknya, Liverpool harus bekerja ekstrakeras sampai laga pamungkas. Mereka juga melakoni laga dengan jadwal yang padat karena harus bertarung di Piala Liga dan Piala FA.

Ancelotti menuturkan bila tim dalam kondisi bagus dan memiliki motivasi besar menghadapi Liverpool. “Skuat dalam kondisi bagus dan sangat antusias. Motivasi pemain juga besar. Ini laga terbesar di sepak bola. Klub ini pun sudah 5 kali mencapai final selama 8 musim terakhir,” kata Ancelotti kepada Marca.

“Marcelo sedikit bermasalah tetapi dia dalam kondisi baik,” ujar pelatih yang sukses mengarsiteki AC Milan ini.

Ancelotti mengakui bila pemain sedikit nervous menjelang laga final. Namun dia menilai hal yang wajar. Apalagi, pemain tetap tenang dan menikmati persiapan menghadapi Liverpool.

“Penting untuk menikmati dan melakukan persiapan dengan baik. Kami juga tetap tenang. Semakin dekat pertandingan memang membuat semakin cemas. Tetapi ini hal yang normal,” kata Ancelotti.*

Artikulli paraprakTurnamen Pra Musim Jelang Liga 1 dan Liga 2 Akan Digelar Pertengahan Juni 2022
Artikulli tjetërJuragan99 Gelar Sayembara Desain Training Center Arema FC