Real Madrid juara Liga Champions usai mengalahkan Liverpool 1-0. (Gambar oleh Carabo Spain dari Pixabay)

OLENAS.ID – Real Madrid juara Liga Champions. Dalam duel di Stade de France, Prancis, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB, Madrid menang tipis 1-0 atas Liverpool. Keberhasilan yang membawa Madrid dan pelatih Carlo Ancelotti menorehkan rekor.

Final dari 2 tim papan atas Eropa. Hanya kericuhan suporter yang tak bisa masuk stadion memaksa UEFA menunda laga final selama 36 menit. Badan sepak bola Eropa beralasan beredarnya tiket palsu menjadikan kick-off pertandingan mengalami penundaan.

Meski demikian, pertandingan berjalan lancar dan ke-2 tim menunjukkan performa terbaik. Kiper Madrid Thibaut Courtois tampil maksimal dengan melakukan beberapa penyelamatan ciamik. Dirinya berperan besar di big match itu.

Ini juga klub yang fantastis dengan skuat berkualitas dan memiliki karakter kuat. Kami mencapai puncak musim ini

Bila Courtois tampil cemerlang, striker Vinicius Junior menjadi bintang kemenangan Los BLancos setelah mencetak satu-satunya gol dari jarak dekat. Liverpool sesungguhnya sudah kecolongan gol melalui Karim Benzema di babak pertama. Namun wasit menganulir gol itu karena Benzema dalam posisi offside. Tinjauan ulang melalui VAR pun menegaskan keputusan wasit.

Namun Vinicius Jr tak membuang kesempatan saat berada di depan gawang Liverpool. Satu-satunya gol itu sudah membawa Madrid mengangkat trofi kuping lebar untuk ke-14 kalinya. Ini menjadikan Madrid sebagai klub yang paling banyak memenangi Liga Champions.

Bahkan AC Milan yang menduduki peringkat 2 pun hanya 7 kali menjadi juara atau separuh dari raihan trofi Madrid. Liverpool dan Bayern Munich menyusul di posisi 3 setelah 6 kali mengangkat trofi.

Ancelotti Sukses di Madrid dan Milan

Tak hanya Madrid, tetapi Ancelotti, sang pelatih, pun membuat rekor baru. Dirinya menjadi satu-satunya pelatih yang memenangi 4 trofi Liga Champions dengan 2 klub berbeda bersama Madrid dan Milan.

Saat masih menjadi pemain, Ancelotti juga 2 kali menjuarai Liga Champions bersama Milan. Pria asal Italia ini memang bertabur trofi bersama klub yang diperkuatnya saat sebagai pemain dan kemudian menjadi pelatih.

Dirinya memang gagal memberi trofi saat melatih Reggina, Napoli dan Everton. Meski demikian, Ancelotti tetap meraih sukses bersama klub-klub tersebut.

Saat kembali melatih Madrid musim 2021/2022, Ancelotti sesungguhnya tak mendapat target tinggi. Apalagi Los Merengues masih mengandalkan pemain veteran seperti Benzema, Luka Modric sampai Toni Kroos.

Sedangkan sang bintang seperti Eden Hazard malah sudah merosot sejak bergabung dari Chelsea. Bagaimana dengan Gareth Bale? pemain senior dari Wales ini hanya makan gaji buta dan sudah tak lagi menjadi bagian dari tim.

Namun Ancelotti sukses mengubah Madrid menjadi tim tangguh. Mereka kembali memenangi La Liga Spanyol dan jauh meninggalkan Barcelona. Bahkan Madrid sudah menjadi juara sebelum kompetisi berakhir. Sukses mereka kian lengkap dengan meraih double saat memenangi Liga Champions.

“Saya sampai tak percaya. Kami menjalani musim yang fantastis. Namun kami mampu melaluinya dengan baik. Ini pertandingan yang berat dan kami mengalami kesulitan, terutama di babak pertama. Pada akhirnya, saya menilai kami yang pantas memenangi [Liga Champions],” ujar Ancelotti kepada 90min.com.

“Kami sungguh bahagia. Apa lagi yang saya katakan? Saya tak bisa berkata-kata lagi,” kata eks manajer Chelsea ini.

Pria dengan Rekor

Ancelotti dengan bangga menyebut dirinya sebagai a record man, pria [pelatih] dengan rekor. Namun Ancelotti mengakui Madrid yang menjadikan dia mampu meraih rekor itu.

“Saya pria dengan rekor. Saya beruntung karena datang ke sini [Madrid] dan menjalani musim yang fantastis. Ini juga klub yang fantastis dengan skuat berkualitas dan memiliki karakter kuat. Kami mencapai puncak musim ini,” ucap dia lagi.

“Kami melalui pertandingan yang sulit. Suporter mendukung kami sepenuhnya di pertandingan terakhir. Mereka sangat membantu kami. Kami bahagia dan mereka bahagia,” kata pelatih yang pernah mengarsiteki Juventus ini.

Sementara, Courtois menjadi man of the match setelah tampil gemilang di final. Dirinya melakukan 9 penyelamatan, termasuk menggagalkan peluang emas Sadio Mane dan Mohamed Salah.*

Artikulli paraprakJuragan99 Gelar Sayembara Desain Training Center Arema FC
Artikulli tjetërTurnamen Pramusim 2022, PSS Sleman Vs Persis Solo, Persebaya di Grup Maut