Pelatih Italia Roberto Mancini. (Sumber foto: flicker.com)

OLENAS.ID – Italia melakukan revolusi skuat. Pelatih Roberto Mancini menurunkan pemain muda saat melakoni laga melawan Jerman di pertandingan Grup C UEFA Nations League. Dalam duel di Stadion Renato Dall’Ara, Bologna, Minggu (4/6/2022), ke-2 tim bermain imbang 1-1. Mancini menyebut pemain muda Italia masih naif sehingga bisa kebobolan.

Mancini merombak Gli Azzurri dengan menampilkan deretan wajah baru yang masih muda. Revolusi Mancini berlangsung menyusul kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2022. Sebuah ironi karena Italia menyandang status juara Piala Eropa 2021.

Setelah gagal lolos ke Qatar, Italia kemudian menelan pil pahit di ajang Finalissima Trophy yang mempertemukan juara Eropa melawan jawara Copa America. Italia pun bertemu Argentina dalam laga di Stadion Wembley, London. Hasilnya, Lionel Messi membawa Argentina menghajar Italia 3-0.

Sayang sekali, kami langsung kebobolan setelah unggul. Kami memang masih naif

Pencapaian gemilang di Piala Eropa tetapi kemudian mengalami penurunan drastis menjadikan Mancini berpikir sudah saatnya Gli Azzurri tampil dengan generasi baru yang fresh. Alhasil para anak muda seperti Davide Frattesi (22), Tomasso Pobega (22), Willy Gnonto (18) pun mendapat kepercayaan dari eks manajer Manchester City ini saat menghadapi Jerman.

Italia Start Bagus

Di laga itu, Italia melakukan start bagus. Mereka unggul melalui Lorenzo Pellegrini yang menyelesaikan assist pemain depan Willy Gnonto. Anak muda yang bermain di luar Italia, FC Zurich, ini melakukan debut di laga melawan Jerman.

Namun keunggulan Italia tak bertahan lama. Pasalnya, Jerman mampu menyamakan skor saat Joshua Kimmich sukses menyambut bola liar yang menembus gawang tuan rumah. Skor 1-1 bertahan sampai akhir laga.

Hasil imbang itu agak mengecewakan Mancini meski dia tetap puas dengan performa pemain. Hanya, dia menilai pemain muda masih naif sehingga cepat kebobolan setelah unggul.

“Sayang sekali, kami langsung kebobolan setelah unggul. Kami memang masih naif. Pasalnya ini memang laga yang tak mudah, bahkan sejak awal pertandingan,” ucap Mancini kepada RAI Sport.

“Ini untuk kali pertama mereka bermain bersama. Mereka melakukan tugas dengan baik. Level bermain anak-anak nyaris sama dengan tim besar saat ini,” kata pelatih yang pernah mengarsiteki Inter Milan ini.

Mancini berharap pemain muda makin berkembang dan matang. Dengan demikian, mereka bisa menjadi andalan Italia saat generasi Giorgio Chiellini sudah mundur.

“Kami fokus pada skuat. Kami hanya berharap pemain muda ini berkembang cepat,” tutur dia.*

Artikulli paraprakSadio Mane: Rakyat Senegal Ingin Saya Tinggalkan Liverpool
Artikulli tjetërArgentina Vs Estonia, 5 Gol Lionel Messi Samai Rekor 80 Tahun