Persiraja Banda Aceh. (Gambar ilustrasi dengan lisensi Wikimedia Commons)

OLENAS.ID – Persiraja Banda Aceh tak kunjung melakukan persiapan menghadapi kompetisi Liga 2 2022/2023. Alasannya, klub meyakini kompetisi kasta ke-2 yang pelaksanaannya pada Agustus 2022 ini bakal mundur.

Entah mengalami kesulitan finansial atau sudah mendapatkan info valid soal kompetisi Liga 2, Persiraja tak kunjung melakukan persiapan. Bila PT Liga Indonesia (LIB) menggulirkan liga sesuai jadwal menurut kongres PSSI, Mei lalu, maka klub-klub hanya memiliki waktu persiapan 2 bulan.

Klub-klub Liga 2 pun sesungguhnya sudah melakukan persiapan. PSIM Yogyakarta, misalnya, sudah memasuk periode latihan setelah para pemain menjalani tes medis dan fisik.

Informasi yang kami peroleh, Liga 1 saja belum ada sponsor, apalagi Liga 2. Jadi, kami masih dan melihat perkembangan selanjutnya

Namun ini tak berlaku bagi Persiraja yang musim lalu berkompetisi di Liga 1. Meski belum ada persiapan, namun Persiraja sudah memiliki gambaran tim. Presiden klub Nazaruddin Dek Gam menyatakan kerangka tim sudah ada dari pemain yang masih terikat kontrak.

“Kongres PSSI digelar akhir Mei lalu dan memutuskan pelaksanaan Liga 2 Indonesia musim 2022 paling cepat akhir Agustus. Namun, kami tidak yakin kompetisi bakal tepat waktu,” kata Nazaruddin kepada antaranews.com.

Menurut Nazaruddin meski sudah ada pengumuman jadwal, namun kompetisi bisa saja mundur. Ini yang menjadi alasan Persiraja belum melakukan persiapan apa pun.

“Informasi yang kami peroleh, Liga 1 saja belum ada sponsor, apalagi Liga 2. Jadi, kami masih dan melihat perkembangan selanjutnya. Waktu juga masih banyak,” ujar dia.

Persiraja sesungguhnya pernah mengukir prestasi dengan menjadi juara Liga 2 2019 sehingga mereka promosi ke Liga 1. Hanya, Laskar Rencong sekadar numpang lewat di kompetisi kasta paling tinggi.

Musim 2021/2022 menjadi debut Persiraja setelah kompetisi berhenti karena pandemi Covid-19. Sayangnya, mereka gagal berprestasi dan menduduki dasar klasemen sehingga kembali ke Liga 2.

Banyak pihak menyoroti pengelolaan Persiraja yang mengakibatkan mereka turun kasta. Namun Nazaruddin mempersilakan pihak-pihak yang mengkritik Persiraja untuk mengambil alih pengelolaan klub sehingga menjadi lebih baik.*

Artikulli paraprakButa Kekuatan Rans Nusantara FC, Pelatih Arema FC Tak Khawatir
Artikulli tjetërJadwal Piala Presiden 2022, Persis Solo Vs PSS Sleman Jadi Pembuka di Manahan