Striker Persis Solo Samsul Arif (merah) di pertandingan melawan PSS Sleman di Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16/6/2022). (Foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Apes memang Persis Solo. Mendapat hadiah penalti tetapi gagal gol sehingga Persis akhirnya hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan PSS Sleman di laga pembuka turnamen pramusim Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (11/6/2022).

Persis melakukan start bagus di pertandingan perdana Grup A. Mereka bermain di kandang sendiri sehingga mendapat dukungan penuh dari suporter.

Turnamen Piala Presiden 2022 memang sudah bisa menghadirkan penonton. Mereka pun sudah memenuhi stadion satu jam sebelum pertandingan. Bahkan mereka yang membawa mobil terpaksa parkir di sepanjang jalan di sekitar stadion.

Kami memperoleh banyak peluang tetapi tak mampu memanfaatkannya dengan baik. Ini tentu menjadi hasil yang tak diharapkan

Antusias penonton menyaksikan pertandingan sangat tinggi setelah mereka tak bisa datang ke stadion karena pandemi. Situasi Covid-19 menjadikan suporter hanya bisa menonton di layar televisi.

Kini, mereka menyaksikan secara langsung di stadion. Hanya, dukungan dari suporter tak mampu mendongkrak moral dan motivasi pemain Persis untuk mengalahkan PSS.

Persis Bermain Tidak Buruk

Persis sesungguhnya menunjukkan permainan yang tidak buruk. Mereka bermain agresif dengan baik melalui ujung tombak Samsul Arif yang mendapat dukungan dari Gavin Kwan Adsit dan Sutanto Tan.

Hanya serangan mereka selalu kandas di barisan pertahanan PSS yang dimotori kapten Bagus Nirwanto. Selain itu, kiper M. Ridwan tampil cemerlang dengan melakukan beberapa penyelamatan.

Di babak ke-2, Persis tampil lebih baik dengan masuknya duo asing, Aaron Evans dan Gerard Artigas Fonullet. Namun serangan mereka tetap tak membuahkan hasil.

Suporter Persis Solo saat menyaksikan langsung pertandingan melawan PSS Sleman di Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16/6/2022). (Foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Persis mendapat peluang terbaik saat bek PSS Marckho Merauje menjatuhkan Abduh Lestaluhu di kotak penalti menit 84. Wasit menunjuk titik putih dan bek Fabiano Beltrame menjadi eksekutor. Sayangnya sepakan pemain naturalisasi asal Brasil ini melenceng.

Persis gagal menang karena sampai akhir laga tidak ada gol tercipta. Skor akhir tetap 0-0.

Berubah Tetapi Hasil Tak Positif

Pelatih Persis Jacksen F. Tiago menuturkan tim sesungguhnya bermain bagus. Bahkan mereka mampu menunjukkan perubahan pada permainan di babak ke-2. Hanya saja, peluang dari pemain selalu gagal memberikan hasil positif.

“Kami melakukan start bagus dan di babak ke-2 mampu menunjukkan perubahan yang signifikan. Kami memperoleh banyak peluang tetapi tak mampu memanfaatkannya dengan baik. Ini tentu menjadi hasil yang tak diharapkan,” kata Jacksen saat memberi keterangan pers.

“Terus terang pemain tak terlihat ambisi untuk menang. Ini menjadi pekerjaan rumah yang besar agar di laga selanjutnya kami bisa memperoleh hasil lebih baik,” ujar eks pelatih Persipura Jayapura ini.

Tim Kurang Kompak

Sementara, Samsul menilai tim masih memiliki banyak kekurangan. Menurut dia pemain masih kurang kompak sehingga belum ada chemistry di antara mereka. Selain itu, ritme permainan Persis agak lambat sehingga lawan mampu menekan mereka.

“Kami mengalami kesulitan di babak pertama. Selain kurang kompak, chemistry pemain belum ada dan ritme permainan agak lambat. Ini membuat lawan bisa menekan kami,” ucap Samsul.

“Harus ada perbaikan pada tim. Kami juga masih memiliki 3 partai lagi dan peluang lolos ke babak selanjutnya masih ada,” kata dia.

Bila Persis merasa kecewa gagal menang di hadapan pendukung sendiri, sebaliknya PSS puas karena mampu meraih satu poin. Dengan persiapan yang masih separuh jalan dan tanpa pemain asing, namun mereka mampu tampil maksimal.

“Kami tetap bersyukur meski hasil tak maksimal. Kami mengucapkan terima kasih kepada Persis karena kami bisa belajar bagaimana menjaga konsistensi sepanjang pertandingan,” kata Seto Nurdiyantoro, pelatih Persis.

“Saya berharap ini menjadi pembelajaran pemain dan mereka tak jemawa setelah hasil di pertandingan pertama ini,” ujar eks pelatih PSIM Yogyakarta ini.*

Artikulli paraprakPSS Sleman Ingin Repotkan Persis di Solo
Artikulli tjetërAjak Semeton Rayakan Juara Liga, Air Mineral Club Luncurkan Kemasan Spesial Bali United