Persis Solo target menang lawan Persita Tangerang di Piala Presiden 2022, (Foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Persis Solo tak pernah mencetak kemenangan selama babak penyisihan Grup A Piala Presiden 2022. Persis berharap catatan buruk itu tak berlanjut saat menghadapi Persita Tangerang di laga pamungkas grup di Stadion Manahan, Solo, Senin (27/6/2022). Namun Persis harus mengatasi problem lebih dulu bila ingin menang.

Rekor Persis memang tak bagus di turnamen pramusim. Meski bermain di kandang sendiri karena menjadi tuan rumah Grup A, namun Laskar Sambernyawa, julukannya, tak mampu memanfaatkan keuntungan untuk meraih kemenangan.

Setelah bermain imbang 0-0 melawan PSS Sleman pada laga pembuka Piala Presiden, mereka kemudian kalah 2-1 dari PSIS Semarang. Terakhir, Persis kembali imbang setelah bermain 1-1 melawan Dewa United FC.

Dari 3 laga sebelumnya, saya sudah mendapat jawaban dari eksperimen itu

Hasil itu menjadikan Persis hanya mengantongi poin 2 dan mengalami kesulitan lolos ke perempat final. Pasalnya, mereka menduduki dasar klasemen sehingga harus bersaing ketat dengan PSS, Persita dan Dewa United untuk mendapatkan tiket sekaligus mendampingi PSIS yang sudah lolos.

Pelatih Jacksen F. Tiago menyatakan Persis harus memenangkan laga terakhir untuk menjaga peluang lolos. Namun nasib mereka bergantung pada hasil pertandingan PSS melawan Dewa United.

“Kami ingin Persis meraih kemenangan pertama pada pertandingan terakhir di Grup A melawan Persita. Pasalnya kami bermain di depan pendukung sendiri,” kata Jacksen di Solo.

Persis Harus Lakukan Perbaikan

Hanya sebelum memenuhi target, Persis harus melakukan perbaikan. Lini depan masih menjadi problem karena belum memenuhi ekspetasi.

Striker veteran Samsul Arif yang menjadi tumpuan tak segera menunjukkan ketajamannya. Belum ada gol dari eks pemain tim nasional yang pernah bermain di klub-klub besar seperti Arema FC dan terakhir membela Persebaya Surabaya sebelum berlabuh di Solo.

Pada laga melawan Dewa United, Samsul malah duduk di bangku cadangan karena Jacksen mencoba menduetkan Irfan Jauhari dengan Gerard Artigas Fonullet di lini depan. Hasilnya memang belum tampak karena mereka gagal memberi kontribusi gol.

Gol-gol Persis justru lahir dari pemain belakang. Bahkan bek tengah Fabiano Beltrame yang memborong semua gol dari tim juara Liga 2 ini.

Jacksen Tak Khawatir

Meski demikian Jacksen tak khawatir dengan problem itu. Menurut mantan pelatih Persipura Jayapura ini problem lini depan merupakan bagian dari eksperimen untuk mendapatkan komposisi terbaik saat tim berlaga di Liga 1.

“Dari 3 laga sebelumnya, saya sudah mendapat jawaban dari eksperimen itu. Ada beberapa pemain yang sudah pasti menempati posisinya. Tetapi yang jelas saya tetap menurunkan tim terbaik di laga terakhir ini,” ujar Jacksen.

“Kami ingin memuaskan suporter dengan merayakan kemenangan. Kami juga ingin lolos meski peluangnya tipis,” kata pelatih asal Brasil itu lagi.*

Artikulli paraprakPemain Chelsea Desak Tuchel Rekrut Richarlison
Artikulli tjetërLaga Krusial Lawan Dewa United, PSS Sleman Berharap Dukungan dari BCS dan Slemania