Kejurda akuatik DIY 2022 subcabor renang lintasan. (Foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Sempat vakum, Pengurus Daerah (Pengda) PRSI DIY menyelenggarakan Kejuaraan Daerah Akuatik DIY 2022 subcabor renang lintasan. Kabupaten Sleman tampil sebagai yang terbaik setelah menjadi juara umum yang berakhir pada Jumat (15/7/2022) di Depok Sport Centre, Sleman.

Pengda PRSI pernah mengelar kejurda renang lintasan pada 2014. Namun itu juga menjadi kejuaraan terakhir karena tidak ada lagi event renang lintasan.

Setelah vakum selama 8 tahun, Pengda PRSI mengadakan kejurda. Selain menghidupkan event olahraga akuatik, Pengda PRSI berharap mendapatkan atlet muda bertalenta yang bisa membela DIY di ajang lebih tinggi seperti PON atau kejuaraan nasional.

“Kejurda renang lintasan sempat vakum setelah 2014. Dengan kembali digelarnya kejurda, kami berharap mendapatkan bibit muda bertalenta,” ujar ketua panitia Danang Prio Sambodo.

Sementara, Wakil Ketua II Pengda PRSI DIY Boyke Dharma menuturkan ada banyak kendala yang menjadikan kejurda tak bisa dilaksanakan. Bahkan beberapa subcabor seperti polo air, renang indah dan renang perairan terbuka atau open water swimming (OWS) sama sekali belum pernah diadakan. Namun pengda akhirnya bisa menggelar kejurda untuk menjaring dan seleksi atlet muda.

“Pengurus Pengda, khususnya mereka yang berada di Komisi Teknis (Komtek) berusaha keras agar kejurda bisa dilaksanakan. Upaya ini layak mendapat apresiasi karena butuh usaha dan niat yang keras untuk menyelenggarakannya,” ucap Boyke.

Kejurda akuatik DIY 2022 subcabor renang lintasan. (Foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Di kejurda renang lintasan, Sleman bersaing ketat dengan Kota Yogyakarta yang menjadi terbaik di tahun 2014. Sleman akhirnya unggul setelah menyapu bersih empat nomor estafet, 4×50 meter gaya bebas putra dan putri, serta 4×50 meter gaya ganti putra dan putri.

Mereka meraih 38 emas, 29 perak dan 24 perunggu. Sleman hanya unggul tipis dengan Yogyakarta yang menduduki peringkat dua setelah mendapatkan 36 emas, 32 perak dan 21 perunggu. Kabupaten Bantul menempat posisi tiga dengan mengantungi 17 emas, 16 perak dan 22 perunggu.

Keberhasilan Sleman kian komplet setelah lima atlet terpilih sebagai yang terbaik di kelompok umur (KU) masing-masing. Kabupaten itu mengungguli Yogyakarta dengan tiga atlet menjadi terbaik.*

Artikulli paraprakBiar Kalah Di Leg Pertama, Borneo FC Masih Optimistis Juara Piala Presiden 2022
Artikulli tjetërAsprov PSSI DIY Berikan Bantuan Pembinaan ke Askab/Askot dan SSB