Tim putra Yogyakarta juara Kejurda Polo Air. (Foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Kota Yogyakarta menguasai Kejuaraan Daerah (Kejurda) Akuatik DIY 2022 subcabang olahraga polo air. Tim putra dan putri Yogyakarta meraih gelar ganda setelah mengalahkan lawan-lawannya di pertandingan final di Depok Sport Centre (DSC), Sleman, Minggu (17/7/2022).

Tim putra Yogyakarta harus bekerja keras sebelum menaklukkan Kabupaten Bantul 18-10. Meski menang dengan skor cukup besar, namun mereka sempat mengalami kesulitan karena Bantul mampu memberi perlawanan.

Pertandingan berjalan imbang, terutama pada set pertama. Baik Yogyakarta maupun Bantul saling bergantian mencetak gol. Bahkan Bantul unggul lebih dulu 2-1 di set pertama. Yogyakarta mulai bangkit dan set ketiga menjadi penentuan. Saat itu, kedudukan sama kuat 7-7 sampai akhirnya Yogyakarta yang dimotori Fadhil Giwangkara Wijayadi mulai meninggalkan tim rival.

Setelah event itu tidak ada kejurda lima subcabor. Termasuk polo air yang baru bisa digelar pada tahun ini

Di pertandingan itu, Fadhil dan Agistya Damar Firdausi mencetak gol terbanyak, masing-masing enam gol. Sedangkan dari tim Bantul, Andika Cahya Nugraha mengemas gol paling banyak, yaitu tiga gol.

Di bagian putri, tim Yogyakarta langsung unggul cepat saat menghadapi Kabupaten Sleman. Di set pertama, mereka sudah unggul 4-0. Yogyakarta yang mengandalkan Amazia Keiko Radisty akhirnya menang dengan skor 8-4.

Event Pengda PRSI DIY

Kejurda polo air merupakan salah satu dari 4 event kejuaraan akuatik yang diselenggarakan Pengda PRSI DIY. Sebelumnya, Pengda sudah menggelar kejurda renang lintasan dengan Kabupaten Sleman menjadi yang terbaik mengungguli Yogyakarta.

Selanjutnya, Pengda menyelenggarakan kejurda renang indah di DSC pada 23-24 Juli 2022. Kejurda renang perairan terbuka atau open water swimming (OWS) akan digelar di Waduk Sermo, Kulonprogo, 5 Agustus 2022.

Tim Yogyakarta saat menghadapi Bantul di final putri kejurda polo air. (Foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

“Sebelumnya tidak ada kejurda yang digelar kecuali renang lintasan yang pernah dilaksanakan pada 2014. Setelah event itu tidak ada kejurda lima subcabor. Termasuk polo air yang baru bisa digelar pada tahun ini,” kata Octi Linda Setyowati, Komisi Teknis (Komtek) Polo Air Pengda PRSI DIY.

Menurut Linda penyelenggaraan kejurda polo air juga terkendala dengan jumlah peserta karena tidak semua daerah di DIY memiliki atlet subcabor tersebut. Kejurda tahun ini hanya diikuti enam tim putra dan putri.

“Karena belum merata, kejurda diikuti tiga tim putra dan tiga tim putri. Setelah kejurda, kami berharap daerah-daerah mengembangkan subcabor polo air. Dari kejuaraan ini, kami juga membentuk tim yang dipersiapkan tampil di Pra-PON. Selain itu, tim tampil di kejuaraan nasional,” ucap Linda.

Linda, lebih lanjut, menjelaskan Pengda akan merekrut 18 atlet untuk tim Pra-PON dan kejurnas. Mereka merupakan hasil dari seleksi kejurda.*

Artikulli paraprak‘Launching’ Tim dan ‘Jersey’ Mendadak Berubah, PSS Sleman Minta Maaf
Artikulli tjetërDrama ala Iran, Pecat dan Tunjuk Lagi Pelatih Hanya Dalam Waktu 6 Hari