PSM Makassar taklukkan juara Bali United FC (Foto : Media Bali United)

OLENAS.ID – Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares prihatin dengan sedikitnya waktu pemulihan untuk pemainnya. Dalam 9 hari PSM harus bermain tiga kali, termasuk di final Piala AFC 2022 zona ASEAN.

“Siapa yang berlari di lapangan dan siapa yang menghabiskan energinya di lapangan. Lalu, siapa yang harus tidak tidur dan harus melakukan perjalanan, itu adalah pemain,” kata Bernardo Tavares, dikutip dari laman PSM.

Tiga laga tersebut tidak hanya di Liga 1 2022-2023, tetapi juga partai final Piala AFC 2022 zona ASEAN menghadapi Kuala Lumpur City FC (Malaysia).

Satu pertandingan sudah dilalui PSM Makassar ketika mengalahkan Arema FC dengan skor 1-0 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (20/8/2022).

Setelah itu, skuad Juku Eja harus terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk bertanding melawan Kuala Lumpur City FC pada Rabu (24/8/2022).

Tavares yang berasal dari Portugal itu menilai jadwal padat dan tidak adanya kompensasi yang diberikan kepada PSM sangat menyiksa pemain. Tampil di final Piala AFC 2022 zona ASEAN juga membawa nama Indonesia.

Ia menilai PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang lebih memerhatikan PSSI ketimbang pemain.

“Mereka (LIB) harus pikirkan pemain, bukan federasi yang seenaknya saja lihat ini itu. Pemain bukan mesin. Mereka butuh diperhatikan seperti ini dan PSM membuat prestasi.”

PSM sendiri di tengah jadwal yang tidak “manusiawi” tetap menjaga performanya. Dalam lima laga awal, PSM belum menelan kekalahan.

Yakob Sayuri dan kolega membukukan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Raihan 13 poin menempatkan PSM Makassar di urutan dua klasemen.

Mereka hanya kalah selisih gol dari Madura United yang memimpin klasemen sementara Liga 1 2022-2023.***

Artikulli paraprakPSSI Hukum 18 Wasit yang Dianggap Bermasalah
Artikulli tjetërPersik Kediri Makin Nyungsep, Dipermalukan PSS Sleman 2-0