Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro, (Foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Tiga kali kalah di kandang sendiri tak hanya mengecewakan suporter PSS Sleman. Pelatih PSS, Seto Nurdiantoro secara mengejutkan menyampaikan rencananya untuk mundur.

Padahal, mereka tidak pernah kalah saat laga tandang dengan mencatatkan sekali kemenangan dan dua kali seri.

Kekalahan ketiga di kandang dialami PSS saat menjamu Persebaya Surabaya dengan skor 0-1, Sabtu (28/8/2022) malam lewat gol Silvio Junior. Kekecewaan 26 ribu lebih di Stadion Maguwoharjo, Sleman ditunjukkan dengan tidak menyanyikan anthem “Sampai Kau Bisa”. Mereka membelakangi pemain yang berada di lingkaran tengah lapangan.

Tradisi PSS, usai laga biasanya didengarkan anthem itu. Para pemain dan pelatih berdiri di tengah lapangan, lalu menyanyikan anthem bersama suporter.

.”Tentang hasil, saya yang tanggung jawab. Entah itu berlanjut di sini atau tidak, tunggu saja keputusannya dalam seminggu ke depan. Namun, bisa saja sebelum saya mengeluarkan statement, manajemen duluan yang mengeluarkan statement,” ujar Seto Nurdiantoro saat berbicara di konperensi pers usai kalah tipis dari Persebaya.

Seto mengatakan, sebelum benar-benar mengambil keputusan untuk berpisah dengan tim, setidaknya ada tiga hal yang akan jadi pertimbangan.Pertimbangan pertama soal keputusan dan dukungan keluarga. Kemudian, keputusan akhir evaluasi dari manajemen. Terakhir hasil pertandingan kontra Dewa United.

Seto merupakan sosok yang tak terpisahkan dengan PSS. Di tangannya pada kompetisi 2019 PSS secara mengejutkan mampu bercokol di posisi 8 klasemen. Saat itu PSS merupakan pendatang baru setelah berhasil menjuarai Liga 2 2018.

Pada musim ini manajemen PT Putra Sleman Sembada menunjuknya sebagai pelatih. Ia pun berduet dengan adik iparnya, Dewanto Rahadmoyo yang menjadi Manajer tim. ***

Artikulli paraprakLiga 3 DIY Bergulir 1 Oktober, Diikuti 22 Tim
Artikulli tjetërMacan Kemayoran Raih Kemenangan Pertama di Kandang Singo Edan Setelah 19 Tahun