Persik masih tanpa kemangan, draw 0-0 hadapi PSM Makassar. (Foto : ligaindonesiabaru)

OLENAS.ID – Keinginan Persik Kediri meraih kemenangan pertama di BRI Liga 1 2022/2023 tinggal mimpi. Unggul jumlah pemain sejak babak kedua hingga menit ke-83, Persik hanya mampu meraih satu poin setelah main kacamata dengan tamunya, PSM Makassar di Stadion Brawijaya, Kediri, Jumat (2/9/2022) malam.

Dalam laga yang krusial itu, dengan dukungan suporternya, Persik malah tidak didampingi pelatih baru, Divaldo Alves. Belum ada penjelasan tentang hal itu dari Persik. Padahal sudah diberitakan ia akan mendampingi Persik menghadapi PSM. Di pinggir lapangan asisten pelatih, Jan Saragih yang memberi instruksi kepada para pemain.

Hasil imbang 0-0 itu membuat Macan Putih belum mampu meraih kemenangan sekali saja. Dari tujuh laga yang sudah dilakoni Persik kalah lima kali dan imbang dua kali. Saat ini Persik jadi juru kunci klasemen sementara dengan dua poin. Poin pertama diraih di pekan kedua setelah imbang melawan Bhayangkara FC.

Bagi PSM, imbang ini membuat mereka tetap menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan. PSM juga masih menempati peringkat keempat dengan raihan 17 poin.

Kartu Merah

Meski jadi tim tamu, PSM Makassar lebih mendominasi permainan. Berulang kali mereka melepaskan tembakan ke arah gawang Persik yang dijaga Dikri Yusron.

PSM Makassar lebih dominan dari segi peluang pada babak pertama. Tim berjulukan Juku Eja itu berulang kali melepaskan tembakan ke arah gawang Persik. Bola sepakan Kenzo Nambu pada menit ke-9 dan Yance Sayuri (13′) masih belum membuahkan hasil.

Persik juga mencoba menekan, namun selalu kandas dengan solidnya organisasi pertahanan PSM. Striker Persik, Joanderson masih tampak kesulitan dan jarang mendapatkan umpan matang. Joanderson bersama striker PSS Sleman, Mychell Chagas belum pernah mencetak gol hingga pekan ketujuh.

Ancaman Persik juga tidak membahayakan. Seperti di menit ke-17, tendangan tembakan jarak jauh Muhammad Taufiq dapat ditangkap dengan mudah oleh kiper PSM, Muhamad Reza Arya.

Drama terjadi pada akhir babak pertama. Wiljan Pluim mendapat kartu merah dari wasit. Keputusan tersebut membuat pemain dan ofisial tim Juku Eja protes keras.

Wasit awalnya memberi kartu kuning kepada Pluim atas pelanggarannya kepada Ady Eko. Namun, kartu berubah merah setelah Pluim terlihat melakukan protes.

Pelatih PSM,Bernardo Tavares sampai turun ke lapangan untuk menenangkan emosi para pemainnya.

Tak hanya Tavares, seorang anggota Panpel Persik yang memakai jas warna gelap juga turun ke lapangan. Hal ini memicu keheranan di kalangan netizen.

Setelah pertandingan dapat dilanjutkan lagi, wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama. Skor imbang 0-0 masih bertahan.

Unggul satu pemain, Persik malah mendapatkan tekanan dari PSM hingga sepuluh menit awal babak kedua.

Ketika mencoba mengambil inisiatif serangan, penyelesaian akhir tetap jadi masalah klasik di Persik. Seperti pada peluang Muhammad Rifaldi yang melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, tapi akurasinya masih kurang bagus.

Pergantian pemain juga dilakukan Persik, M. Taufia ditarik keluar digantikan Arthur Irawan. Begitu juga Joanderson digantikan Rahel Radiansyah.

Rahel mampu menebar ancaman berbahaya ke gawang PSM pada menit ke-56. Dia mendapatkan bola liar yang lepas dari tangkapan kiper PSM. Namun tendangannya dapat diblok bek PSM, Akbar Tanjung.

PSM juga memiliki peluang emas untuk mencetak gol pada menit ke-60. Bermula dari serangan balik PSM di sisi kiri, Yakob Sayuri melepaskan umpan matang kepada Ramadhan Sananta. Sayangnya sepakan Sananta malah mengarah ke kiper Dikri Yusron.

Persik tetap kesulitan memberi tekanan ke PSM yang bermain dengan 10 pemain. Koordinasi tampak kacau. Serangan balik yang didapat sering kandas di tengah lapangan karena kurangnya dukungan pemain lain.

Tak heran skuad asuhan Tavares yang lebih banyak menekan dengan serangan dari kedua sayap, juga set piece.

Kertu merah kedua diberikan wasit kepada pemain Persik, Adi Eko Jayanto pada menit ke-83 setelah dianggap melanggar Yakob Sayuri.

Situasi 10 lawan 10 membuat pemain-pemain PSM lebih leluasa dalam membangun serangan.

Sebaliknya Persik bermain kasar, pelanggaran yang dilakukan beberapa pemain terbilang berat namun hanya mendapat ganjaran kartu kuning. Kerasnya permainan Persik dicemooh pendukungnya seperti tarkam.

Memasuki enit-menit akhir pertandingan, winger Persik, Yohanes Ferinando Pahabol melepas tendangan melengkung dari sisi kiri pertahanan PSM. Kiper Muhammad Reza Arya mampu menangkapnya dengan melompat.

Kembali Pahabol menebar ancaman saat mengirimkan umpan ke Renan Silva yang berdiri bebas di kotak penalti. Beruntung, bek PSM bergerak cepat untuk menyapu bola ke luar lapangan.

Skor 0-0 bertahan hingga bubar. ***

Artikulli paraprakSergino Dest Jadi Pemain Amerika Serikat Kedua yang Gabung ke AC Milan
Artikulli tjetërTim Paling Buruk di Liga 1 2022/2023 Adalah Tim Wasit