OLENAS.ID – Kekecewaan terhadap kinerja wasit terus disuarakan klub BRI Liga 1 2022/2023. Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, bahkan menyebut bahwa tim paling buruk di kompetisi saat ini adalah Tim Wasit.

Tavares pantas kecewa setelah melihat kepemimpinan wasit Zetman Pangaribuan saat memimpin laga antara Persik Kediri menjamu PSM Makassar. Laga di Stadion Brawijaya, Kediri pada Jumat (2/9/2022) malam itu berakhir imbang 0-0. Dua kartu merah dikeluarkan oleh wasit.

Ia menyebut, banyak kesalahan yang dilakukan wasit dalam mengambil keputusan. Dia tak ragu menyebut kinerja wasit sangat buruk.

“Wasit melakukan banyak kesalahan. Kalau kami bisa bilang, tim mana yang paling buruk dalam laga ini adalah tim wasit,” kata Bernardo Tavares.

Sorotan paling tajam dari penonton di stadion, maupun suporter di media sosial adalah hukuman yang dijatuhkan oleh wasit Zetman kepada kapten PSM, Wiljan Pluim di menit ke-45+1. Pluim mendapat kartu kuning, dan beberapa saat kemudian wasit mengeluarkan kartu merah, tanpa kartu kuning kedua, karena menanggap playmaker asal Belanda itu melakukan protes verbal.

Kartu merah kedua turun kepada pemain Persik, Ady Eko Jayanto di menit ke-83 karena dianggap melanggar Yacob Sayuri. Sebelumnya gelandang Persik ini sudah mendapat kartu kuning pada menit ke-75. Dari tayangan ulang terlihat Ady Eko tidak melakukan pelanggaran terhadap Yacob.

Tavares menilai, banyak kesalahan yang dilakukan wasit dalam mengambil keputusan, dan tidak tahu cara mengendalikan pertandingan.

Bernardo Tavares juga bingung dengan kebiasaan wasit yang merugikan PSM Makassar dalam laga tersebut. Satu di antaranya adalah sering menghentikan laga ketika PSM membangun serangan balik.

“Ketika kami akan melakukan serangan balik, selalu terjadi pelanggaran. Padahal wasit tidak meniup peluit atau memberikan kartu atas pelanggaran yang menghentikan serangan balik kami,” ucap Tavares.

Sedangkan asisten pelatih Persik, Jan Saragih tidak mau memberi komentar atas kinerja wasit. Ia menyerahkan keputusan atas hal itu kepada Komisi Wasit PSSI.

“Saya kira semua (penonton) sudah melihat (kepemimpinan wasit). Suara saya juga sampai habis,” ujarnya. ***



Kritik Keputusan Janggal

Bernardo Tavares juga bingung dengan kebiasaan wasit yang merugikan PSM Makassar dalam laga tersebut. Satu di antaranya adalah sering menghentikan laga ketika PSM membangun serangan balik.

“Ketika kami akan melakukan serangan balik, selalu trjadi pelanggaran. Meniup peluit,” ucap Tavares.

“Padahal, wasit tidak memberikan kartu atas semua pelanggaran yang menghentikan serangan balik kami,” tegas Tavares.

Artikulli paraprakPersik Kediri Unggul Pemain, Masih Tanpa Kemenangan, Malah Main Ala Tarkam
Artikulli tjetërTottenham Menangi London Derby, Harry Kane Samai Rekor Thierry Henry