OLENAS.ID – Bukan istilah memecat atau mengakhiri kerja sama, tapi mengistirahatkan. Itu yang disampaikan Arema FC soal pelatihnya, Eduardo Almeida, Senin (5/9/2022). Sambil menanti pelatih baru, Singo Edan ditangani oleh asisten pelatih, Kuncoro.

Bagi Kuncoro, penugasan ini bukan yang pertama menjabat posisi itu. Saat pra musim 2021 dia juga ditunjuk jadi pelatih sementara sebelum Almeida datang.

Eduardo yang membawa Arema FC menjadi juara Piala Presiden menjadi pelatih ketujuh yang harus menerima imbas panasnya kompetisi BRI Liga 1 2022/2023.

“Keputusan ini resmi ditegaskan setelah semua jajaran pimpinan dan manajemen bulat mengevaluasi kinerja pelatih kepala,” tegas Manajer Arema, Ali Rifki.

Manajemen berharap kondisi tim lebih fresh menatap lanjutan BRI Liga 1. Apalagi laga selanjutnya tidak mudah, melawan Persib Bandung yang kini ditangani mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla.

Performa Arema FC yang tidak konsisten merupakan faktor utama pemecatan itu. Saat Singo Edan berada di urutan 8 klasemen sementara dengan 11 poin. Laga terakhir, dengan hasil imbang 1-1 versus Barito Putera di Stadion Demang Lehman, Martapura, (4/9/2022) membuat geram manajemen Arema FC.

Dalam laga itu Almeida membuat pergantian pemain yang nyeleneh, memasukkan pemain dengan karakter menyerang. Hanya menyisikan satu bek di barusan pertahanan yakni Sergio Silva.

Akibatnya jatah pergantian pemain habis. Meski mampu menyamakan kedudukan tapi Arema akhirnya bermain dengan 10 pemain seelah striker Abel Camara mengalami cedera.

Artikulli paraprakBarito Putera Gagal Perbaiki Peringkat, Ditahan Imbang Oleh Arema FC
Artikulli tjetërLampu Stadion Padam 2 Jam, Laga Persiraja vs PSMS Batal Digelar