Saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (Foto : tangkapan video twitter)

OLENAS.ID – Tragedi Kanjuruhan membuat 125 nyawa melayang sia-sia. Hingga berlangsungnya kick-off pada Sabtu, 1 Oktober 2022 jam 20.00 WIB terjadi proses perijinan yang melibatkan Panpel (panitia pelaksana), pihak kepolisian dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Sejauh ini, perkara perijinan yang mengemuka di media adalah penolakan dari PT LIB terhadap usulan Panpel Arema FC mengajukan jam pertandingan dari pukul 20.00 ke 15.30 WIB.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md dalam akun Instagram-nya, Minggu (2/10/2022) mengatakan pihak apparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan.

Berikut kronologi perijinan itu :

1.Surat Panpel Arema

Panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC mengirimkan surat ke Polres Malang pada 12 September 2022 tentang pelaksanaan pertandingan pada 1 Oktober 2022 pukul 20.00 WIB. Panitia pelaksana juga meminta Polres Malang untuk membantu pengamanan.

Pada tanggal yang sama, Panpel juga mengirimkan surat ke PT LIB yang pada intinya meminta perubahan waktu dimulainya pertandingan.

2. Surat Dari Polres Malang

Pada 18 September, dalam surat balasannya yang ditandatangani oleh Kapolres Malang AKBP, Ferli Hidayat meminta agar Panpel bersurat kepada PT LIB untuk meminta pertandingan dimajukan ke pukul 15.30 WIB dengan alasan keamanan.

3. Surat LIB dan Keterangan Sekjen PSSI

PT LIB, dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur Utama, Akhmad Hadian Lukita tertanggal 19 September 2022 menyatakan agar pertandingan dimulai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. PT LIB menyatakan keputusan itu diambil setelah mereka berkoordinasi dengan PSSI dan pihak pemegang hak siar.

Terkait dengan hal itu juga Sekjen PSSI, Yunus Nusi dalam keterangannya di Stadion Madya, Jakarta, 2 Oktober 2022 (sehari setelah tragedi) menyatakan bahwa mereka juga telah mengajak panitia pelaksana untuk berdiskusi soal perubahan jadwal dimulainya pertandingan.

“Pertama kita ketahui polisi ajukan permohonan di sore hari. Tetapi PT LIB dan Panpel kemudian berdiskusi terjadi kesepemahanan bersama tetap digelar malam hari,” kata Yunus.

4. Rekomendasi Izin Keramaian

Setelah usulannya ditolak, dengan jawaban dari PT LIB itu, Polres Malang pada 28 September 2022 mengeluarkan rekomendasi izin keramaian untuk laga 1 Oktober 2022 jam 20.00 WIB.

Dalam surat yang ditandatangani Kapolres Malang AKBP, Ferli Hidayat tersebut, Ferli diberikan  sejumlah catatan seperti soal pembatasan jumlah penonton hingga penyediaan fasilitas vaksinasi bagi penonton yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga.

Keesokan harinya, 29 September 2022 keluar rekomendasi izin keramaian oleh Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Jawa Timur yang ditandatangani Direktur Intelkam Polda Jatim, Kombes Dekanan Eko Purwono disebutkan bahwa mereka memberikan izin untuk pertandingan dengan syarat stadion hanya diisi 75 persen dari kapasitas maksimal.

Berbekal kedua surat tersebut, Panpel kemudian mendapatkan izin keramaian dari Kabaintelkam Polri.

5. Tidak Terbuka Soal Tiket yang Dicetak

Membludaknya penonton yang diduga ada penjualan tiket di luar kapasitas Stadion Kanjuruhan yang mampu menampung 42.000 penonton dibantah oleh Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

“Terkonfirmasi tiket itu kami tidak melebihi kuota. Bisa disaksikan saat pertandingan tidak ada satu pun luberan penonton,” ujar Sudarmaji saat menggelar konferensi pers di kantor manajemen Arema FC di Kota Malang, Senin, 3 Oktober 2022.

Sudarmaji mengatakan jika tiket dijual melebihi kapasitas stadion maka akan ada luberan penonton. Namun, saat pertandingan tidak ada satu pun penonton yang meluber atau terlihat tidak di tribun.

“Itu semua bisa disaksikan di video atau pas siaran langsung,” kata Sudarmaji yang tidak menyampaikan berapa jumlah tiket yang dicetak oleh Panpel Arema FC. ***

Artikulli paraprakPT LIB Hentikan Liga 2 Selama Dua Pekan, Sebelumnya Sekjen PSSI Bilang Jalan Terus
Artikulli tjetërKomdis PSSI Denda Arema Rp 250 Juta, Dilarang Bermain di Kanjuruhan di Sisa Musim Liga 1