Akhmad Hadian Lukita tegaskan tugas utamanya tetap di PT LIB. (Foto : Susanto/OLENAS)

OLENAS.ID – PT Liga Indonesia Baru (LIB) dinilai lalai karena tidak memverifikasi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang sebelum kompetisi musim ini berjalan. Verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan terakhir kali dilakukan PT LIB pada 2020.

Hal itu yang membuat Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita menjadi salah satu dari enam tersangka Tragedi Kanjuruhan.

“Kami melakukan olah TKP. Berdasarkan hasil pendalaman, ditemukan bahwa PT LIB selaku penyelenggara Liga 1 tidak melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konperensi pers di Mapolres Malang Kota, Kamis (6/10/2022).

“Kemudian kita olah TKP, hasil pendalaman, PT LIB tidak melakukan verifikasi terhadap stadion. Verifikasi terakhir tahun 2020, ada beberapa catatan yang dipenuhi dipenuhi terutama masalah keselamatan penonton,” kata Kapolri.

Ia melanjutkan, PT LIB malah menggunakan hasil verifikasi yang dikeluarkan pada 2020 pada 2022 ini. Listyo berkata belum ada perbaikan terhadap Stadion Kanjuruhan dari hasil verifikasi yang dilakukan pada 2020.

“Tahun 2022, tidak dikeluarkan verifikasi dan menggunakan hasil yang dikeluarkan tahun 2020 dan belum ada perbaikan terhadap catatan hasil verifikasi tersebut,” katanya.

Kapolri mengatakan tim investigasi telah memeriksa sebanyak 48 saksi. Dari sejumlah itu di antaranya sebanyak 31 personel Polri. ***

Artikulli paraprakBreaking News : Polisi Tetapkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Salah Satunya Dirut PT LIB
Artikulli tjetërDirut LIB Akan Ikuti Tahap Proses Hukum Sebagai Tersangka Tragedi Kanjuruhan