OLENAS.ID – Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita akan menghormati proses hukum yang berlaku, mengikuti tahap-tahap proses yang akan dilalui berikutnya.

Hal itu dikemukakan oleh Akhmad Hadian Lukita dalam laman resmi LIB, Kamis (6/10/2022) terkait penetapan dirinya sebagai tersangka Tragedi Kanjuruhan.

Polri telah menetapkan 6 tersangka, termasuk Dirut LIB, atas terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang 1 Oktober 2022 lalu. Sebanyak 131 orang meninggal dunia, dua diantaranya anggota kepolisian, setelah berakhirnya laga Arema FC menjamu Persebaya Surabaya.

Menurut Kapolri, dalam hal ini, PT LIB tidak melakukan verifikasi. “Saudara AHL, direktur utama PT LIB, di mana tadi sudah saya sampaikan yang bertanggung jawab setiap stadion memiliki sertifikasi layak fungsi. Namun, pada saat menunjuk stadion, persyaratan fungsinya belum tercukupi dan menggunakan hasil verifikasi tahun 2020,” jelas Kapolri.

Direktur Operasional LIB, Sudjarno menginformasikan bahwa sebelumnya Akhmad Hadian Lukita juga sudah memenuhi permintaan pemeriksaan dari pihak kepolisian. Pemeriksaan itu dilakukan pada Senin (3/10) dan Rabu (5/10) di kantor Mapolres Malang.

“Bapak Akhmad Hadian Lukita juga sudah berada di Malang sejak Minggu pagi (2/10). Beliau juga sudah bertemu dengan panitia pelaksana (panpel) Arema FC, mengunjungi Stadion Kanjuruhan dan juga bersilaturahmi dengan beberapa keluarga korban tragedi Kanjuruhan,” tambah Sudjarno. ***

Artikulli paraprakDirut Jadi Tersangka, PT LIB Dinilai Telah Abaikan Proses Verifikasi Stadion Kanjuruhan
Artikulli tjetërPolisi Klaim Ada 11 Tembakan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan