Manajer Liverpool Juergen Klopp. (Sumber foto: flickr.com)

OLENAS.ID – Liverpool mengalami penurunan. Mereka menelan kekalahan 3-2 di kompetisi Liga Premier Inggris menjelang duel penting melawan Rangers di ajang Liga Champions di Stadion Ibrox, Kamis (13/10/2022) dini hari WIB. Mantan bintang Liverpool Dietmar Hamann sampai merasa perlu mengingatkan The Reds menjelang duel all-British ini.

Kekalahan dari Arsenal menjadikan Liverpool kian terpuruk. Bagaimana tidak, hasil buruk di Emirates menjadikan mereka hanya meraih 2 kemenangan dari 8 pertandingan pertama di kompetisi domestik. Akibatnya, Liverpool masih berkutat di papan tengah saat tim-tim big six lainnya, Manchester City, Chelsea, Tottenham Hotspur dan Manchester United bersaing di zona atas bersama Arsenal yang menjadi pimpinan klasemen.

Hamann menyebut Liverpool seperti mengalami penurunan. Penampilan mereka sudah berbeda dibandingkan 4-5 tahun lalu. Saat bermain di Emirates, Arsenal justru mampu bermain seperti Liverpool pada era itu.

Peringatan eks pemain tim nasional Jerman ini setidaknya menjadi pelajaran bagi manajer Juergen Kloop. Bukan apa, Jordan Henderson dkk bertemu rival dari Inggris Raya, Rangers. Tim elite Skotlandia ini memiliki peluang mengganjal laju Liverpool yang ingin lolos ke babak knock-out.

Saat ini, Liverpool yang memiliki poin 6 menduduki peringkat 2 Grup A. Ajax Amsterdam bertengger di posisi puncak dengan poin 9. Sementara, Rangers yang kembali ke Liga Champions untuk kali pertama sejak 12 tahun berada di peringkat 3 dengan poin 3.

Bila menang atas Liverpool, Rangers bakal mengantungi poin 6. Ini menjadikan persaingan memperebutkan tiket ke babak berikutnya kian panas.

Klopp mengakui tak mudah mengalahkan Rangers yang memiliki motivasi kuat mengalahkan tim elite Liga Inggris. Liverpool memang meraih kemenangan 2-0 atas lawannya pada duel pertama di Anfield. Namun situasinya bakal berbeda saat The Pool menyambangi markas Rangers.

“Atmosfer bakal berbeda. Saya berulang kali menyebutkan bagaimana hebatnya kekuatan Anfield. Saya yakin mereka [Rangers] merasakan hal yang sama saat bermain di pertandingan Eropa atau saat melakoni laga besar di liga. Sepak bola adalah momentum,” ujar Klopp seperti dlansir Liverpool Echo.

“Saya sudah cukup sering menyaksikan duel Old Firm [pertandingan klasik 2 tim besar Skotlandia yang sama-sama bermarkas di Glasgow, Rangers melawan Celtic]. Menariknya, 2 suporter tim itu selalu diizinkan datang ke stadion. Ini menjadikan atmosfer pertandingan sungguh luar biasa. Atmosfer ini yang bakal muncul di pertandingan ini. Jelas, ini menjadi laga spesial,” kata manajer asal Jerman ini.

Bagi Rangers, laga melawan Liverpool akan menjadi penentuan. Bila gagal, peluang mereka lolos kian menipis. Tak ada pilihan bagi tuan rumah kecuali memenangkan laga tersebut. Manajer Rangers Giovanni van Bronckhorst optimistis karena laga ke-2 bakal lebih mudah.

“Menjalani pertandingan ke-2 melawan lawan yang sama bakal lebih mudah. Meski demikian kami tentu tahu Liverpool merupakan tim yang bagus di Liga Champions dan Liga Premier,” ujar Van Bronckhorst.

“Mereka sudah mencapai 3 final selama 5 musim terakhir. Liverpool memiliki manajer yang ekselen dengan skuat yang seimbang. Meski ada pemain yang absen karena cedera, mereka tetap bisa menurunkan skuat yang kuat. Ini untuk kali pertama kami menghadapi mereka di Ibrox. Ini akan menjadi kemenangan besar bila kami mampu melakukannya,” ucap dia.

Rangers bakal tampil dengan skuat terbaik karena tidak ada pemain yang cedera. Namun Liverpool kehilangan Luis Diaz, Trent Alexander-Arnold dan Joel Matip yang cedera. Klopp pun harus merombak skuat dengan menurunkan Joe Gomez dan Ibrahima Konate. Di tengah, duo Thiago Alcantara dan Henderson akan menjadi motor permainan tim.*

Artikulli paraprakSosok Penjual Dawet Itu Muncul, Mengaku Bukan Suruhan atau Setting-an
Artikulli tjetërShin Tae-yong Dukung Iwan Bule, Warganet Balas Dengan Tagar #STY Out