Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita. (Foto: Olenas.id/Liga Indonesia Baru)

OLENAS.ID – Keluarga Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita sangat menyayangkan dan mempertanyakan tindakan penahanan terhadapnya. Mereka akan segera mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

“Pihak keluarga akan segera mengupayakan permohonan penangguhan penahanan, yang semoga dapat dipertimbangkan dengan bijak oleh tim penyidik,” ujar Rizki Adhinegara, mewakili keluarga Akhmad Hadian Lukita dalam keterangannya, Selasa (25/10/2022).

Akhmad Hadian Lukita resmi menjadi tahanan Mapolda Jawa Timur terkait kasus Tragedi Stadion Kanjuruhan. Sebelumnya, ia datang ke Mapolda Jawa Timur Surabaya untuk menjalani pemeriksaan tambahan di gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (24/10/2022) pagi. Namun pada saat pukul 19.24 WIB, ia keluar dari ruangan penyidikan mengenakan rompi tahanan.

Ia ditahan bersama lima tersangka lainnya yakni Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC, Abdul Haris, Security Officer Stadion Kanjuruhan, Suko Sutrisno, Danki III Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan, Kabag Ops Polres Malang Wahyu Setyo Pranoto, dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

Menurut Rizki, yang merupakan adik Lukita, penahanan merupakan suatu tindakan pencegahan dari penyidik, bukan suatu bentuk hukuman terhadap tersangka. Sejak awal Lukita selalu kooperatif dengan penyidik, tidak pernah absen dari panggilan dan selalu berupaya memenuhi permintaan dokumen dari penyisik selama proses penyelidikan hingga penyidikan.

“Kami semua merasa sangat kaget dengan penahanan yang dilakukan oleh penyidik dari Polda Jatim terhadap kakak saya,” tambah Rizki.

Mereka menilai bahwa penyidik tidak memiliki alasan untuk menduga bahwa Lukita akan melarikan diri atau merusak barang bukti. Oleh karena itu sangat menyayangkan dan mempertanyakan tindakan penahanan yang dilakukan oleh penyidik.

Sejak awal proses pemeriksaan yang awalnya dilakukan oleh Polres Malang yang kemudian dialihkan kepada Polda Jatim, pihak keluarga sudah mempertanyakan proses yang sedang berjalan.

“Kakak saya hari Minggu tanggal 2 Oktober 2022 datang ke Malang untuk menjenguk, bersilaturahmi dan menyampaikan langsung rasa belasungkawa kepada pada korban Kanjuruhan dan keluarganya. Kemudian pada hari Senin dan Rabu langsung diperiksa, dan hari Kamis sudah diumumkan sebagai tersangka.”

“Tentunya wajar kami mempertanyakan proses yang kami rasakan demikian instan dan terburu-buru oleh penyidik. Apakah penyidik sedang melakukan penyidikan yang baik untuk mengungkap peristiwa pidana atau hanya sekedar memenuhi target tertentu?.”

Terlepas dari semua, tambah Rizki, sebagaimana pernah disampaikan sebelumnya di media, Akhmad Hadian Lukita mengormati proses hukum yang berjalan dan siap mempertanggungjawabkan hal-hal yang memang menjadi tanggungjawabnya.

“Selanjutnya, kakak kami akan siap melakukan pembelaan hukum yang menjadi haknya jika proses berlanjut sampai ke persidangan. Kami percaya bahwa keadilan pada akhirnya akan diperoleh bagi yang berhak,” tegas Rizki.***

Artikulli paraprakKapten Timnas Indonesia U-17 Bergabung ke Barito Putera
Artikulli tjetërPersis Solo Desak PSSI Gelar KLB Paling Lambat Bulan Depan