Pelita Jaya Bakrie Jakarta menghadapi West Bandits Solo di perempat final IBL Indonesia Cup 2022 di GOR Sritex Arena, Solo, Kamis (10/11/2022). (Foto: olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Pelita Jaya Bakrie Jakarta harus bekerja keras menghentikan laju West Bandits Combiphar Solo sebelum menang 81-79 melalui perpanjangan waktu di laga perempat final IBL Indonesia Cup 2022 di GOR Sritex Arena, Solo, Kamis (10/11/2022). Pelita Jaya pun menjadi tim pertama yang lolos ke semifinal.

Pelita Jaya sempat mengalami kesulitan saat mengawali pertarungan di babak knock-out. Sebaliknya West Bandits mampu mendominasi pada kuarter pertama. Mereka unggul 17 poin dalam total waktu 30 menit.

Hanya, West Bandits tak mampu menjaga momentum. Meski masih leading pada menit-menit pertama, namun Pelita Jaya sukses merebut kuarter kedua dan berbalik unggul 41-36.

Kami menghadapi pertandingan yang tidak mudah. Penonton Solo benar-benar menikmati pertandingan ini

Pertandingan bak roller coaster karena West Bandits yang mendapat dukungan dari penonton mampu merebut kuarter ketiga. Mereka mengemas 22 poin dan Pelita Jaya hanya meraih 10 poin. Ini menjadikan West Bandits menghadapi kuarter terakhir dengan memimpin tujuh poin.

Kuarter terakhir berjalan ketat. Pelita Jaya berhasil mengatasi tekanan dan berpeluang mengalahkan tuan rumah. Mereka sudah unggul 76-74 saat gim tersisa beberapa detik lagi. Namun Rizal Falconi menunda kekalahan West Bandits melalui lay up sehingga berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Sayangnya, kesempatan West Bandits mempertahankan keunggulan gagal. Tembakan tripoin M. Arighi menjadi penentu kemenangan Pelita Jaya.

“Ini kekalahan yang mengecewakan. Padahal kami mengawali gim dengan bagus, tetapi kami mengakhirinya dengan hasil yang tidak bagus,” kata pelatih West Bandits Nedas Pacevicius.

Sementara, pelatih Pelita Jaya Djordje Jovicic menuturkan bila gim berjalan menarik dan benar-benar memberi hiburan bagi penonton. Dirinya pun merasa puas bisa mengantarkan Pelita Jaya lolos ke semifinal.

“Ini pertandingan yang menarik. Kami menghadapi pertandingan yang tidak mudah. Penonton Solo benar-benar menikmati pertandingan ini. Saya tentu puas dengan penampilan tim meski ada yang harus diperbaiki,” ujar Jovicic.

“Kami harus memperbaiki offensive rebound. Kami tentu harus lebih baik di laga berikutnya,” ucap dia.

Di semifinal, Pelita Jaya bertemu tim kuat Prawira Harum Bandung yang sukses menyingkirkan Bima Perkasa Jogja 65-55. Laga Prawira melawan Bima Perkasa berlangsung ketat dan panas. Menjelang akhir gim Fhirdan Guntara, Reza Guntara, dan Ikram Fadhil terlibat perselisihan. Dua nama terakhir itu diusir oleh wasit.*

Artikulli paraprakLawan Berat Pelita Jaya dan Satria Muda di Perempat Final IBL Indonesia Cup 2022
Artikulli tjetërKorea Selatan Sumringah, Son Heung-min Memastikan Dirinya Siap ke Piala Dunia 2022