Ilustrasi Pinjol (Foto : Ist)

OLENAS.ID – Ratusan mahasiswa, sebagian besar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadu ke polisi karena menjadi korban investasi bodong. Akibatnya mereka dikejar-kejar debt collector karena terjerat pinjaman online (pinjol) untuk investasi bodong itu.

Dari hasil pendataan polisi, sudah ada 311 korban, sebagian besar adalah mahasiswa IPB. Kerugian para mahasiswa yang terjerat pinjol diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Sejauh ini ada 2 laporan dan 29 aduan yang diterima polisi terkait kasus ini. Polisi mengungkapkan para mahasiswa ini terjerat pinjol setelah tertipu investasi bodong.

Total uang, dugaan para korban yang tertipu, sebesar Rp2,1 miliar dari 311 orang korban ini

Wakapolresta Bogor, AKBP Ferdy Irawan menyatakan, hingga kini terdata 311 mahasiswa dan warga umum terjerat pinjol tersebut. Kasus mahasiswa terjerat pinjol tersebut mulai ditangani Reskrim Polresta Bogor sejak Oktober lalu.

“Total uang, dugaan para korban yang tertipu, sebesar Rp2,1 miliar dari 311 orang korban ini,” kata Ferdy.

Dari 11 mahasiswa yang sudah membuat pengaduan kepada polisi, dua di antaranya sudah membuat laporan polisi.

“Dua-duanya mahasiswa IPB, dan kini tengah kami tangani. Mereka masuk sebagai korban penipuan,” ujar Ferdy kepada wartawan di Bogor, Selasa (15/11).

Mulanya, para mahasiswa ini tergabung dalam sebuah investasi online yang ditawarkan oleh terlapor wanita inisial SAN. Terlapor menawarkan kerja sama secara online dengan cara bagi hasil dijanjikan 10 persen,” kata dia.

Pelaku menjanjikan keuntungan 10 persen itu dengan syarat para korban harus mengajukan pinjaman online terlebih dulu. Saat ini sudah ada 5 aplikasi pinjol yang terdata polisi.

Kemudian, hasil dari pinjaman online tersebut dikirimkan atau ditransferkan kepada terlapor SAN ini. Dengan iming-iming akan dibayarkan 10 persen daripada bagi hasil keuntungan.

Setelah para korban mengajukan pinjol dan mengirimkan dana kepada terlapor, keuntungan yang dijanjikan tidak ada. Akhirnya para mahasiswa itu kini dikejar-kejar oleh debt collector. *

Artikulli paraprakFIFA Serukan Gencatan Rusia-Ukraina Selama Berlangsung Piala Dunia 2022
Artikulli tjetërPolisi Tangkap Penipuan Investasi Bodong, Jerat Ratusan Mahasiswa IPB