Inggris berlatih bersama pekerja migran di Qatar. (Foto : largsandmillport)

OLENAS.ID – Inggris punya cara tersendiri untuk menyatakan penghargaan dan simpatinya terhadap para pekerja migran di Qatar. Mereka diundang ikut berlatih di kompleks pelatihan Al Wakrah, Doha bersama kapten Harry Kane dan orang-orang seperti Bukayo Saka, Harry Maguire, Raheem Sterling, dan James Maddison.

Para pekerja migran mayoritas adalah mereka yang bekerja dalam pembangunan stadion-stadion untuk Piala Dunia 2022. Selama ini, seperti dilansir Daily Mail, mereka kerap mendapat perlakuan tidak manusia dari Qatar.

Sebagai tanda terima kasih, manajer Inggris Gareth Southgate  turun ke lapangan untuk bertemu dengan beberapa pekerja.

Pemain depan Arsenal, Bukayo Saka terlihat asik saat mengambil bagian dalam sesi latihan di kompleks pelatihan Al Wakrah di Qatar saat tim Inggris bersiap untuk memulai kampanye Piala Dunia mereka. Southgate juga mencetak gol saat adu penalti dadakan.

Sesi latihan ini diadakan atas permintaan tim sebagai tanda terimakasih kepada para pekerja meskipun tidak semua mendapatkan kesempatan yang sama. Sembilan belas dari mereka juga telah diberikan tiket ke pertandingan pertama Inggris di Grup B Piala Dunia 2022 melawan Iran, Senin (21/11/2022). 

Southgate dan para pemainnya berbicara kepada para pekerja setelah sesi latihan, dengan kepala eksekutif FA Mark Bullingham juga mengajukan pertanyaan tentang pengalaman mereka membangun delapan stadion dan infrastruktur lain yang digunakan selama turnamen.

Seorang juru bicara FA mengatakan: “Kami mengatakan pada bulan September kami ingin mengundang beberapa pekerja migran ke kamp untuk bertemu para pemain dan berterima kasih atas peran mereka dalam membantu menyelenggarakan turnamen,” ujarnya.

Asosiasi Sepak Bola Inggris sudah mencoba melobi FIFA untuk menciptakan pusat permanen bagi tenaga kerja imigran di Qatar, yang biasanya berjumlah jutaan. FA juga mendorong FIFA untuk membuat dana kompensasi bagi keluarga yang kehilangan orang yang dicintai di lokasi konstruksi Piala Dunia.

Secara resmi, pihak berwenang di Doha mengatakan hanya tiga pekerja yang tewas membangun stadion – tetapi kelompok hak asasi manusia berpendapat angka sebenarnya setidaknya ratusan, jika tidak ribuan. ***

Artikulli paraprakPanas, Suara Azan Subuh dan Onta Jadi Musuh Awal Inggris di Piala Dunia 2022
Artikulli tjetërQatar Dituduh Menyuap 8 Pemain Ekuador Agar Kalah di Laga Pembuka Piala Dunia 2022