Elizabeth Holmes. (Sumber foto: ecoworldreactor.blogspot.com)

OLENAS.ID – Perempuan itu disebut sebagai ‘The Next Steve Job‘ oleh majalah Forbes, Elizabeth Holmes, pendiri startup Theranos ternyata penipu, dan dijatuhi hukuman penjara 11 tahun 3 bulan.

Elizabeth yang pernah menjadi salah satu wanita terkaya di dunia terbukti bersalah menipu investor mengenai efektivitas alat tes darah buatan perusahaannya. Penipuan itu miliaran dollar dari para investornya

“Saya merasakan kesedihan yang mendalam terhadap apa yang dilalui orang-orang karena kegagalan saya. Pada para investor dan pasien, saya minta maaf,” kata Holmes, dikutip dari CNBC.

Tim pengacara wanita berusia 38 awalnya berargumen bahwa hukuman maksimal untuknya adalah 18 bulan. Akan tetapi hakim mengganjarnya 11 tahun 3 bulan di balik jeruji.

Model bisnis startup Theranos adalah menjalankan uji darah dengan teknologi sendiri yang membutuhkan hanya sedikit sampel. Tes ini diklaim dapat secara instan mendeteksi kondisi medis seperti kanker dan kolesterol tinggi.

Investor pun berdatangan lantaran dijanjikan bakal meraup keuntungan besar. Elizabeth pun menjadi salah satu wanita terkaya di Amerika Serikat pada tahun 2014, berdasarkan perhitungan Forbes.

Nama Holmes makin dikenal, ia banyak diliput media dan tampil di berbagai even bergengsi. Seperti TED Talk di mana ia sepanggung dengan Bill Clinton dan Jack Ma. Pihak luar banyak yang tertarik pada Theranos. Salah satunya retail Walgreens yang membuka pusat uji darah dengan teknologi Theranos.

“Saya tahu dia punya ide brilian ini dan dia berhasil meyakinkan semua investor dan ilmuwan ini,” kata Dr. Jeffrey Flier, mantan dekan Sekolah Kedokteran Harvard, yang makan siang bersama Elizabeth Holmes pada 2015.

Pada Agustus 2015, lembaga pemerintah FDA akhirnya mulai menginvestigasi Theranos. Regulator pemerintah lantas menemukan uji darah yang dilakukan Theranos pada pasien tidak akurat.

Pada Oktober 2015, media berpengaruh Wall Street Journal mempublikasikan temuannya soal Theranos yang ternyata teknologinya meragukan. Berita ini memicu kejatuhan Theranos dan Holmes lebih dalam.

John Carreyrou, reporter Wall Street Journal, mengungkap bahwa mesin tes darah Theranos yang dinamakan Edison, tidak bisa memberikan hasil akurat. Dan terbukti, Theranos rupanya memakai mesin yang sama saja dengan perusahaan tes darah tradisional lain, bukan teknologi sendiri. ***

Artikulli paraprakQatar Dituduh Menyuap 8 Pemain Ekuador Agar Kalah di Laga Pembuka Piala Dunia 2022
Artikulli tjetërIran Pede Bawa 4 Kiper dan Hanya Bawa 3 Striker di Piala Dunia 2022